oleh

Waduh, Tingkat Asian Indonesia Paling Rendah

Minat Baca Menurun Pemerintah Segera Antisipasi

Hasil survei United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) salah satu Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan bahwa minat baca masyarakat yang paling rendah ditingkat Asian adalah Indonesia. Bagaimana bisa terjadi?

Laporan Mutiara Rahma, Muara Beliti

Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dalam membangkit minat baca bagi para pelajar, salah satunya dengan menggelar lomba bertutur cerita rakyat.

Di tengah kemajuan zaman saat ini, banyak sekali penyebab menurunnya minat baca bagi masyarakat, antara lain kehadiran gadget, televisi, dan kesibukan lainnya. Sehingga, daya minat baca semakin terkikis oleh majunya teknologi khususnya gadget yang semakin lama semakin canggih.

“Dalam hal produksi buku dalam satu tahun Indonesia hanya mampu mencetak 18 ribu judul buku, di mana negara-negara maju lainnya mampu menerbitkan buku melebihi Indonesia,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Musi Rawas, Supriadi, Kamis (2/11).

Sebagai pejabat yang diamanahkan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Musi Rawas, Supriadi mengaku prihatin dengan fakta yang ditunjukkan oleh UNESCO ini. Karena, secara tidak langsung dapat memengaruhi daya kompetisi di kawasan Asian.

“Makanya untuk menyikapi rendahnya minat baca tersebut, perlu adanya upaya-upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat, keluarga, dan pemangku kepentingan lainnya,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya sudah melakukan terobosan dalam mendukung program Gerakan Musi Rawas Sempurna Cerdas yaitu pelayanan perpustakaan silang baik ke sekolah maupun ke komunitas baca salah satunya Sat Lantas Polres Musi Rawas.

Selain itu juga, lanjut Supriadi, guna mendukung Kabupaten Layak Anak pihaknya berencana membuat program Wisata Perpustakaan Anak Sekolah.

“Nanti kita seminggu sekali akan membuat rute perpustakaan Kabupaten, Rumah Pintar di alun-alun komplek perkantoran Agropolitan Center, di sana anak-anak bisa bermain sambil membaca, karena ada taman Beregam dan Air Mancur Beregam, yang membuat anak-anak nyaman berada di sana. Kita juga akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan, Sat Pol PP, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Dinas Pendidikan serta elemen lainnya. Kalau terlaksana dengan optimal, betapa majunya Musi Rawas kedepan, bisa unggul dalam bidang membaca,” paparnya.

Maka dari itu, Supriadi meminta kepada masyarakat supaya daya minat membacanya lebih tinggi, karena membaca merupakan jendela ilmu, dari membaca inilah sumber-sumber pengetahuan akan diterima dengan baik .(*)

Komentar

Rekomendasi Berita