oleh

Wadah Berkreativitas Tanpa Batas

SMK Yadika Lubuklinggau

PAGI benar, Kamis (23/11) lalu, ratusan siswa-siswi SMK Yadika Lubuklinggau berkumpul di aula lantai IV. Mereka diajak menyaksikan hasil karya teman-teman dari Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dalam membuat film pendek. Lebih istimewa lagi, film berdurasi kurang dari 10 menit berjudul ‘ Transisi’ tersebut dinobatkan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai Juara 3 Festival Film Pendek Sekolah Model.

Adegan pertama pada film itu, tampak seorang anak SMP yang baru saja tamat dengan nilai terbaik menuai kekecewaan. Kenapa?
Tokoh yang dimainkan Didik Ardiansyah itu tidak diterima di SMA negeri favoritnya.

Namun, siswa ini akhirnya mendapat wejangan orang tua. Ia menuruti nasihat itu, untuk melanjutkan studi sekolah menengahnya ke SMK Yadika.

Di sekolah ini, ia menyaksikan dua tipe peserta didik. Ada yang baik-baik, namun tak sedikit ada juga yang bandel.

Di tengah pemandangan yang dilihatnya itu, sekelebat ingatannya kembali terngiang pada pesan sang bapak. Yang menginginkannya jadi sosok anak yang berbakti dan berprestasi.

Ia menyaksikan, bagaimana si anak-anak bandel tadi beberapa kali mendapat teguran guru. Dan puncaknya, mereka harus masuk ke ruang kepala sekolah untuk mendapatkan nasihat tingkat akhir.

Tak disangka, kepala sekolah memberikan satu lagi kesempatan, agar si bandel bisa membenahi sikapnya. Tak disangka, pendekatan keagamaan, pembiasaan salat berjamaah di sekolah, pendekatan persuasif para guru dan tekad besar si bandel untuk berubah, benar-benar jadi kenyataan. Kini anak yang dikenal sedikit nakal itu kembali ke ‘jalan yang benar’.

Dia mulai menyesuaikan diri.

Film yang disutradarai Mayerolan itu juga menunjukkan bagaimana SMK Yadika berusaha untuk memberikan wadah yang nyaman bagi siswa-siswinya belajar dan berkreativitas. Tak hanya di dalam kelas, setiap sudut ruangan, di tangga, bahkan di halaman juga di kantin, siswa bisa mengakses bacaan. Ruang pojok baca tersedia di mana-mana.

Film pendek ini memberikan pengajaran, ragam input (Tipikal anak) yang masuk SMK Yadika diterima dengan tangan terbuka. Guru dengan kasih sayang dan kecerdasannya, berusaha mentransfer ilmu dan energi positif untuk menjadikan setiap peserta didik dengan karakter berbeda itu jadi insan-insan yang baik.

“Kami bangga dengan anak-anak. Kami ingin mereka selepas lulus dari SMK Yadika menunjukkan perubahan sikap lebih baik. Ini tidak mudah. Tapi kami yakin, mereka bisa melakukan itu,” tutur Kepala SMK Yadika CH Ibramsyah.

Oleh karena itu, ia meyakinkan kepada anak-anak, dengan seluruh fasilitas yang dimiliki dan mendukung mental yang luar biasa mendorong peserta didiknya untuk berkreativitas tanpa batas.

Hasilnya, sepanjang November 2017 ini saja tiga prestasi diraih (baca tabel).

Berkenaan dengan Hari Guru Nasional (HGN) ke-72 ini, CH Ibramsyah mengingatkan kepada para guru, bahwa mereka (guru) harus memiliki kesabaran tingkat dewa.

Dalam momen bahagia itu juga, CH Ibramsyah memotong tumpeng, dan mendapat suapan dari Wakil Kepala. Seperti Waka Kesiswaan Edi Susanto, Kepala Unit Hubungan Industri Damario Wilyahadiansyah, Pembina OSIS Isnaini dan Ketua OSIS SMK Yadika Lubuklinggau, Yolanda.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita