oleh

Vonis Gubernur Bengkulu Hingga Terpilihnya Gubernur Sumsel

Kilas Balik Januari-Juni 2018

LUBUKLINGGAU – Selama 2018, Harian Pagi Linggau Pos mencatat beberapa peristiwa besar yang terjadi. Khusus Januari hingga Juni, diawali dengan vonis terhadap Gubernur Bengkulu yang juga mantan Bupati Musi Rawas (Mura), hingga pemenang Pilkada Sumatera Selatan (Sumsel).

Pemberitaan 2018, diawali dengan beberapa berita kriminal, seperti dugaan pencabulan yang dilakukan Saparudin penjual es Doger terhadap dua anak perempuan bawah umur. Juga ditemukannya bayi perempuan terbungkus plastik hitam.

Tentu yang heboh, yakni vonis kasus Suap Gubernur Provinsi Bengkulu, H Ridwan Mukti yang merupakan mantan Bupati Mura. Ia divonis 8 tahun, dengan denda Rp400 juta, subsider 2 bulan penjara, ditambah pencabutan hak berpolitik dua tahun (Khusus RM).

Juga ada peristiwa ambruknya Gedung BEI Jakarta, di Selasar Lantai II Gedung Tower II BEI, Jalan Jenderal Sudirman Kv 52-53, Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ada gadis asal Lubuklinggau jadi korban, diantara 72 korban, yang 17 diantaranya mahasiswi Fakultas Ekonomi Semester V Universitas Bina Dharma (UBD) Palembang.

Juga ada peristiwa penjambret tewas diamuk massa, Rabu (17/1), setelah jadi bulan bulanan.

Serta Kejari kejar tersangka kasus dugaan korupsi pada Akademi Komunitas Negeri (AKN) Musi Rawas Utara (Muratara), dan langsung melakukan pencekalan terhadap para tersangka, dan minta para tersangka untuk menyerahkan diri.

Juga ada peristiwa kecelakaan menonjol, empat orang tewas dalam kecelakaan di Jalan Umum Kabupaten, Desa Leban Jaya, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Mura.

Korban Lakalantas meninggal, Sarbana (52) Warga Kelurahan Bandung Kiri, Hadurip (47) Warga Kelurahan Kenanga II, Vivi (8) Warga Desa Q1 Tambah Asri , Atika (3) Warga Desa Q1 Tambah Asri. Luka ringan, Bay Dowi (45) Warga Desa Q1 Tambah Asri, Ariyati (40) Warga Desa Q1 Tambah Asri, Sulton (10) Warga Desa Q1 Tambah Asri.

Juga ada peristiwa perampokan, H Solehan (50) dan sang istri, Jumat (26/1) pukul 15.30 WIB, yang membuat mereka mengalami kerugian Rp250 juta. Serta kejadian yang membuat miris, pencurian uang wakaf di Masjid Albari, Rp30 juta dan pelaku diduga nyamar pakai mukena.

DPO Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, Dedi Irama menyerahkan diri setelah buronan lebih kurang 1,5 tahun, karena terlibat perkara pembunuhan.

Kemudian pada Februari, ada 14 oknum Kepala Desa (Kades) di Musi Rawas (Mura). Diduga terlibat pungli dan mereka telah dipanggil Inspektorat. Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan keterlibatan Pungutan Liar (Pungli) Pembuatan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) DD dan ADD.

Kemudian, ada oknum Ustad Dzulkipli alias DZ (31) dinyatakan terbukti bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau. Senin (12/2) sekitar pukul 10.00 WIB ia divonis 5 tahun penjara, lebih ringan dari tuntutan 7 tahun.

Masih di bulan yang sama, data pegawai se-Kota Lubuklinggau dicuri, karena dibobol maling dan beberapa alat elektronik hilang. Berikut SKPD yang pernah dibobol maling, Bagian Pembangunan, Bagian Pemerintahan Umum, Bagian Organisasi, Bagian Hukum dan Kantor BKPSDM.

Selanjutnya ada empat oknum polisi bermasalah, yakni AW sebelumnya tugas di Polsek Lubuklinggau Utara diduga terlibat dengan penyalahgunaan narkoba. MG sebelumnya tugas di Polsek Lubuklinggau Timur diduga terlibat dengan penyalahgunaan narkoba. Kg diduga terlibat penembakan mobil Honda City. Menyebabkan dua orang korban tewas. SR, anggota Polres Mura yang diduga terlibat provokator dalam Eksekusi Lahan PT Damri.

Ada peristiwa yang menggemparkan, pada Senin (12/3) Rafaina Wati alias Puk (40) ditemukan tewas bersimbah darah, ia dibunuh oknum honorer Sat Pol PP Kabupaten Mura. Kasus ini sudah berkekuatan hukum tetap, pelaku pembunuhan sudah mendekam di penjara.

Selanjutnya, ada ratusan kemasan ikan makarel kemasan kaleng masih beredar di pusat perbelanjaan Kota Lubuklinggau. Di supermarket lainnya, semua beberapa merek masih dijual. Seperti merek Gaga, Botan dan ABC.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Lubuklinggau melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) peredaran 27 produk makarel yang mengandung cacing parasit dilakukan tim gabungan, Selasa (3/4).

Mereka menindaklanjuti instruksi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk menarik produk-produk tersebut dari peredaran.

Selanjutnya, warga RT 05, Kelurahan Simpang Priuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Minggu (29/4) siang, mendadak heboh. Lantaran ditemukan mayat bayi yang telah membusuk di aliran Sungai Kelingi. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu terbungkus dalam kantong plastik warna hitam, lengkap dengan tali pusar dan ari-ari.

Mayat bayi tidak berdosa diperkirakan usia tujuh hari tersebut ditemukan oleh Maryono (31) dan Amri (50). Keduanya warga RT 05, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau, berhasil menangkap salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) inisial F karena diduga terlibat dengan penyalahgunaan narkoba. Bahkan pria ini dikabarkan juga pengedar Narkoba sehingga diamankan petugas BNN Kota Lubuklinggau, Selasa (8/5) sekitar pukul 15.00 WIB.

Setelah diamankan, F langsung dibawa ke ruangan tahanan kantor BNN Kota Lubuklinggau, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Saat ini diduga ASN ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, apakah memang terlibat dengan penyalahgunaan narkoba atau tidak.

Selanjutnya, jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018, bentrok justru terjadi di Kabupaten Empat Lawang, Selasa (12/6) pukul 17.00 WIB. Selain berakibat adanya korban luka-luka, diduga satu orang tewas dalam insiden yang terjadi di Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi tersebut.

Korban bernama Beny, yang merupakan seorang Tim Sukses (Timses) salah satu Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Empat Lawang. Warga Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang diduga tewas setelah mengalami luka tembak bagian wajah Orang Tak Dikenal (OTD). Jenazahnya langsung sedang dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Pagaralam.

Dari berbagai sumber yang dihimpun, kejadian diduga bermula saat Timses Paslon Bupati nomor urut 1 hendak menuju lokasi kampanye dialogis di Desa Simpang Perigi, Kecamatan Ulu Musi yang merupakan zona tiga. Namun, rombongan ini dihadang oleh OTD di jembatan Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi.

Hasil penghitungan suara versi desk Pilkada dan real count Pasangan Calon (Paslon) Walikota-Wakil Walikota nomor urut 2, H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar menang. NanSuko meninggalkan pesaingnya dengan perolehan suara 61.576 suara. Diikuti Paslon nomor urut 3, H Rustam Effendi-Riezky Aprilia memperoleh 40.407 suara. Sementara Paslon Nomor Urut 1, H Toyeb Rakembang-Sofian mendapat 7,725 suara.

Untuk hasil pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Paslon nomor urut 4 H Dodi Reza-Giri Ramanda mendapat suara terbanyak dengan jumlah 38.753. Diiringi, Paslon nomor urut 3, H Ishak Mekki-Yudha Pratomo dengan perolehan suara 26.002. Selanjutnya, Paslon nomor urut 1, H Herman Deru-H Mawardi Yahya dengan perolehan 22.324 sura. Sementara, Paslon nomor urut 2 Aswari Rivai-Irwansyah mendapat suara 21.740. (tim)

Rekomendasi Berita