oleh

Volume Sampah Meningkat

“…Menumpuknya sampah di depan PBS juga akibat banyaknya sampah dari pedagang di sana. Makanya meskipun sudah dua kali pengangkutan dan dua kontainer sampah yang kita siapkan, tapi tumpukan sampah masih saja. Bahkan meluber hingga ke jalan…”

Kepala DLH Kota Lubuklinggau, Subandio Amin

LINGGAU POS.CO.ID- Pasca liburan Tahun Baru, volume sampah di Kota Lubuklinggau meningkat hingga 20 persen. Hanya saja peningkatan ini tidak terlalu signifikan, dibandingkan saat bulan Ramadan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lubuklinggau, Subandio Amin saat dibincangi, Rabu (1/1).

Subandio menjelaskan, per harinya volume sampah yang mereka angkut lebih kurang 150 ton. Peningkatan sampah kemarin pasca libur tahun baru, meningkatnya tidak signifikan hanya 20 persen. Itupun juga dampak dari musim buah saat ini.

Titik tumpukan sampah yang cukup banyak, di depan Pasar Bukit Sulap (PBS) di Kelurahan Ulak Surung Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Hal ini diakui Subandio, lantaran sampah di jalan protokol sudah dialihkan ke sana sehingga mereka siapkan dua kontainer sampah, juga disebabkan sampah dari pedagang PBS.

“Selain akibat pengalihan pembuangan sampah di jalan protokol ke sana, menumpuknya sampah di depan PBS juga akibat banyaknya sampah dari pedagang di sana. Makanya meskipun sudah dua kali pengangkutan dan dua kontainer sampah yang kita siapkan, namun tumpukan sampah masih saja. Bahkan meluber hingga ke jalan,” ungkap Subandio.

Untuk itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Disdagrin, agar permasalahan sampah di sana satu manajemen.

“Karena ada dua manajemen, kita (DLH, red) untuk sampah dijalan sedangkan pihak Disdagrin untuk sampah yang berasal dari pasar. Kedepan kita sarankan serahkan semuanya ke kita, baik SDM maupun kendaraan operasional mereka. Biar kita yang ngelola. Kalau sekarang kita tidak bisa bertindak banyak, ketika pedagang menumpukan sampahnya di depan kontainer sampah. Bahkan beberapa petugas mereka, juga membuang sampahnya di sana,” ungkapnya kembali.

Selain itu perilaku masyarakat, juga menyebabkan masih menumpuknya sampah di sana.

“Hal ini juga tidak bisa kita hindari. Masih saja ada masyarakat yang buang sampah sembarangan. Sudah kita siapkan kontainer sampah, buangnya masih di luar kontainer,” tambahnya.

Kedepan berbagai upaya ditegaskan Subandio, akan mereka lakukan untuk mengurangi tumpukan sampah. Mulai dari menyediakan gerobak sampah di setiap RT, serta mendaur ulang sampah plastik menjadi minyak.

“Kita targetkan yang diangkut ke TPA hanya 50 persen dari volume sampah yang ada, sisanya kita daur ulang,” tambahnya lagi.

Laporan Riena Fitriani Maris

Rekomendasi Berita