oleh

Viral Video Wali Murid Dipaksa Bayar Iuran, Pihak Sekolah Bantah

LINGGAU POS ONLINE – Sempat viral di media sosial Facebook, video pengakuan salah seorang wali murid yang diminta uang Rp50 ribu oleh pihak sekolah yakni SDN Simpang Nibung Kecamatan Rawas Ulu, untuk rehab musala.

Bahkan di dalam video yang dibagikan pada Selasa (8/10/2019) hingga Rabu (9/10/2019) sudah dibagikan 13 kali dengan 50 komentar, dijelaskan jika tidak iuran maka raport akan ditahan.

Berkaitan dengan video itu, pihak sekolah langsung angkat bicara. “Yang ada hanya imbauan untuk wali murid, bagi yang mau infaq untuk rehab musala sekolah dipersilahkan,” jelas Kepala SDN Simpang Nibung Desa Simpang Nibung, Kecamatan Rawas Ulu, Siti Habsa, Rabu (9/10/2019).

“Imbauan ini memang disampaikan oleh komite sekolah saat rapat yang dihadiri seluruh wali murid dan pihak pemerintah desa, bukan dari pihak sekolah,” tegas Siti Habsa.

Bahkan ditegaskannya, jangankan untuk meraik pungutan, pihak sekolah justru sering memberikan uang jajan kepada siswanya. “Karena kami tahu, anak ibu yang membuat video tersebut anak yatim, makanya guru-guru sering membantu memberikan uang jajan,” ungkap Siti Habsa.

VIRAL – Status berisi video pengakuan adanya pemaksaan iuran rehab musala di SDN Simpang Nibung Kecamatan Rawas Ulu Kebupaten Mutarata. (Foto Repro FB)

Ketua Komite SDN Simpang Nibung, Ismail membenarkan adanya keputusan bersama dalam rapat mengenai sumbangan berbentuk infaq kepada wali murid, untuk rehab musala sekolah. Dan keputusan ini mendapat persetujuan dari wali murid, yang disaksikan pihak sekolah dan Pemdes.

Rehab musalah dilakukan, karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Atapnya bocor, plafon rapuh serta lantainya sudah rusak.

“Saat rapat semua dibahas, termasuk biaya yang dibutuhkan. Dan ditegaskan, jika tidak setuju maka infaq ini ditiadakan. Namun semua setuju. Juga kami juga jelaskan, infaq ini betul-betul untuk perbaikan musala, agar lebih nyaman dimanfaatkan oleh anak-anak mereka. Ya kami menyayangkan video tersebut,” ungkap Ismail.

Indra, salah seorang warga yang sudah menonton video tersebut menanggapi kalau permasalahan ini terlalu dibesar-besarkan.

“Seharusnya jangan sampai diviralkan seperti ini, lagi pula uangnya untuk pembangunan tempat ibadah. Harusnya jangan melalui video, tetapi selesaikan baik-baik. Bisa dengan sampaikan keluhan ini langsung ke pihak sekolah. Dan untuk pihak sekolah juga, seharusnya kurangi pungutan-pungutan,” ungkapnya.(*)

Laporan: Fahmilan Jadidi

Rekomendasi Berita