oleh

Viral Video Penculikan di SS, Ini Cerita Sebenarnya

LINGGAU POS ONLINE – Sabtu (28/9/2019) malam, sempat viral dengan beredarnya video di youtube tentang dugaan penculikan akan di Kelurahan Jawan Kanas SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II Kota Lubuklinggau. Benarkan?

Eka, ibu yang anaknya diduga hendak diculik, saat ditemui Minggu (29/9/2019) siang, mengaku pihak ia tidak mengetahui motif yang sebenarnya. Sebab saat anaknya NN (3) hendak diculik, ia sedang tidak berada di rumah.

“Sewaktu kejadian itu, saya sedang tidak berada di rumah,” kata Eka, seperti dikutip dari linggauklik.

Diceritakan, Eka, malam itu diduga anaknya NN, hendak menyusul pamannya Salat Magrib di Masjid Babussalam. Setibanya di masjid, NN tidak menemukan pamannya di sana. “Anak saya hendak pulang, saat itulah ketemu GN, yang diinformasikan warga Cianjur, Kelurahan Ponorogo Kecamatan Lubuklinggau Utara II,” katanya.

Tak lama setelah itu, NN terlihat menangis di bawah pohon bersama GN. “Ada orang pulang dari gelanggang adu burung melihat anak saya menangis. Orang itu bertanya kepada GN, kenapa dia nangis? Apa itu anak kamu? Ditanya seperti itu, GN langsung kabur,” cerita Eka.

Karena GN kabur itulah, membuat warga curiga. Sehingga dikejar oleh warga, hingga dapat di Pasar Inpres Kelurahan Pasar Pemiri Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Sementara NN, karena ada yang mengenali kemudian dibawa pulang. “Ada warga yang mengenali anak saya, waktu nangis di lokasi. Kemudian anak dibawa warga depan masjid ke rumah. Kemudian saya diberi tahu anak saya hendak diculik,” ia mengatakan.

GN sendiri dibawa ke Polres Lubuklinggau. Oleh warga yang mengenali, dijemputlah orang tuanya di Kelurahan Ponorogo. “Orang tua GN mengungkapkan jika ia sudah pasrah, karena sudah kesal dengan GN karena sudah mendapatkan laporan warga sebanyak 10 kali,” ungkapnya.

Bahkan, GN pernah dilaporkan mengambil ponsel dan uang Rp20 ribu milik seorang anak. “Uang dan ponsel diambil, kemudian anaknya ditinggal di siring,” tambah Eka, sambil menjelaskan persoalan ini .

Terpisah Novi, bibi NN,  menambahkan jika dirinya mendapat informasi dari anak-anak yang berada di sekitaran masjid itu, GN memegang NN sangat kuat. Selain itu, GN membawa lem aibon di dicampur dengan Pertalite dibungkus kantong plastik.

“Dia bawa kantong plastik yang katanya isi aibon dengan pertalite, yang dihisap-hisapnya. Terus keponakan saya dicium-cium dan di peluk,” kata Novi.

Ditambahkannya, anak sekitaran SS, banyak yang mengenali GN. Sebab GN sendiri sering main ke SD sambil joget-joget dan membawa plastik yang aromanya dihirup. “Seperti GN memang sukan mabok lem camput minyak. Namun saat di Polres pelaku mengungkapkan jika memelik keponakan karena sayang,” ungkapnya.(*)

Sumber: linggauklik

Rekomendasi Berita