oleh

Viral Video Orang Tewas Digorok, Sempat Diisukan di Lubuklinggau, Ternyata Ini Sebenarnya

LINGGAU POS ONLINE – Sempat viral video seseorang pria dengan kondisi merenggang nyawa di arena judi sabung ayam. Pria bertubuh gemuk itu, kelonjotan dengan leher penuh darah. Sempat diisukan kejadianya di Lubuklinggau.

Sempat juga diperkirakan di daerah Lahat karena dalam video itu, terdengar suara dengan logat bahasa Lahat. Setelah dikroschek ternyata kejadian di Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Korbanya adalah seorang pengusaha, Janson alias Acung (45), warga Pekon Tekad, Kecamatan Pulang Panggung, Tanggamus, Lampung. Ia  tewas dengan leher nyaris putus, di arena perjudian sabung ayam, di areal perkebunan Pekon Tanjung Gunung, Pulau Panggung, Minggu (25/8/2019) sekitar pukul 16.20 Wib.

Korban tewas dengan luka leher hingga 25 CM lebih. Korban tergeletak dengan darah masih segar, mirip ternak di sembelih. Warga mencoba menolong korban, namun tak sempat karena korban tewas di lokasi kejadian.

“Iya, TKP dijadikan lokasi sabung ayam, dan memang sudah sejak lama lokasi itu sebagai tempat sabung ayam, bahkan sebelum kejadian tragis tadi, dilokasi bukan saja sebagai arena sabung ayam, tapi juga ada yang menggelar judi dadu koprok,” kata salah satu sumber.

Informasi di lokasi kejadain menyebutkan Janson sebelum kejadian korban sempat cekcok mulut dengan Ikhwani, mantan anggota DPRD Tanggamus, terkait taruhan sabung ayam, dan posisi mereka saling berhadapan.

Sementara tanpa disadari korban, M Dayan (47), adik kandung mantan anggota DPRD Tanggamus, berdiri dibelakang tepat dibelakang korban. Diduga pelaku marah karena melihat korban dan kakaknya terlibat perang mulut. Bahkan saling ejek antara korban dan Ikhwani semakin memanas, terlihat seperti akan terjadi baku hantam.

Tanpa basa basi, pelaku langsung mencabut senjata tajam, dan menggorok leher korban dari belakang, dan seketika korban langsung ambruk. Melihat peristiwa itu, kontak para pemain judi sabung ayam di lokasi itu berhamburan. Sebagian orang mencoba menggeser tubuh korban, namun akhirnya berlarian meninggalkan lokasi.

Hingga akhirnya korban meninggal dunia di TKP, dengan sayatan di leher bagian depan sepajang 25 CM hingga bagian tenggorokan, dan mengenai pembuluh darah besar.

Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Tanggamus mengamankan M Dayan (47), adik kandung Ikhwani, mantan anggota DPRD Tanggamus, pelaku pembunuhan di areal perjudian Sabung Ayam, Perkebunan Pekon Tanjung Gunung, Kecamatan Pulau Panggung

Pelaku bernama M Dayan, diamankan Tim Tekab, setelah pihak kepolisian melakukan tindakan persuasif kepada pihak keluarganya pasca pembunuhan.

Plh. Kapolres Tanggamus AKBP Joko Bintoro, melalui Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas, SH mengungkapkan peristiwa pembunuhan dilakukan pelaku terhadap korbannya Janson Als Acun (45) beralamat Pekon Tekad Kecamatan Pulau Panggung, Tanggamus.

“Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wib, dan pelakunya sendiri diamankan pada pukul 19.00 Wib,” kata AKP Edi Qorinas dalam keterangannya, Minggu (25/8/2019) petang.

Menurut AKP Edi Qorinas, antara pelaku dan korban sebenarnya saling mengenal walaupun korban berdomisili di Natar Lampung Selatan. “Korban berdomisili di Natar, sore tadi datang bersama teman-temannya ke tempat berlatih ayam, sambil minum-minuman keras,” kata AKP Edi Qorinas.

Lanjutnya, ketika pelaku MS datang ke lokasi tersebut, ia mendengar korban cekcok mulut dengan kakak kandung pelaku. Ketika korban diduga hendak mengeluarkan senjata, korban langsung dilukai lehernya dari belakang oleh pelaku.

“Senjata yang dimaksud korban tersebut entah ada atau tidak atau sekedar ancaman saja, amun pelaku langsung menyambut leher korban dari belakang,” ujarnya.

Kasat Reskrim menegaskan, untuk korban sendiri, pihaknya masih mendalami keterangan saksi-saksi. “Menurut keterangan saksi-saksi, korban disitu sedang minum-minuman keras, sebab terbukti di TKP kami amankan botol Miras,” tegasnya.

Ditambahkan Kasat, saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan intensif Satreskrim Polres Tanggamus guna menguak kejadian sebenarnya. “Untuk korban, disemayamkan di rumah duka di Pekon Tekad yang akan dimakamkan besok,” pungkasnya.

Sementara, dalam keterangan pelaku mengakui semua perbuatannya yang dilakukan secara spontan ketika korban mengancam kakak kandungnya. “Saya spontan aja melakukan itu sebab dia mengancam kakak saya,” ucap pria beranak tiga tersebut. (*)

Sumber: sinarlampung.com

Rekomendasi Berita