oleh

Viral di Facebook Dituding Memeras, Lurah Ancam Lapor ke Polisi

LINGGAUPOS.CO.ID- Postingan di media sosial facebook, tentang adanya dugaan pemerasan oknum lurah melakukan pemerasan sempat viral. Dibantah oleh Lurah Sumber Agung, Seh Taslim.

Kepada linggaupos.co.id, Seh Taslim menegaskan bahwasanya berita yang beredar di media sosial tersebut tidak benar, sangat menjatuhkan nama baik dan keluarganya. “Dengan ini saya ingin mengklarifikasi hal tersebut dengan sebenar-benarnya,” katanya, Rabu (14/4/2021).

Seh Taslim menjelaskan bahwasanya, kejadian di depan Hotel Wijaya tersebut bukanlah pemerasan seperti yang di posting di facebook, dan kejadian tersebut murni salah paham dan miskomunikasi.

“Saat itu saya hadir diundang sebagai Lurah, juga diminta bantu oleh inisial A serta Lurah Linggau Ulu, Serliza Maharani menelpon saya untuk mengurusi warga yang ingin berdamai dan musyawarah mufakat. Dengan demikian perlu saya luruskan demi menjaga harkat dan martabat instansi saya,” katanya.

“Saya akan melaporkan balik akun facebook itu, ke Polres Lubuklinggau terkait postingan tersebut dan saya berharap kedepan tidak semudah itu menyebar fitnah dengan berita yang sepihak dan tidak bersumber,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, kronologisnya sebulan yang lalu ada dua orang warga menghadap Sekretaris Lurah dengan keperluan membuat Prona. Ternyata dicek Surat Pengajuan Hak (SPH) palsu sedangkan itu Hutan Lindung Industri (HTI), jadi SPH itu palsu yang mengatas namakan Lurah dan RT setempat akan tetapi tandatangannya berbeda.

“Setelah itu saya laporkan ke penyidik Polres Lubuklinggau terkait pemalsuan tandatangan tersebut, kemudian pihak penyidik menyarankan untuk dilakukan mediasi secara musyawarah dan terjadilah kesepakatan untuk berdamai,” katanya.

Lalu dua minggu kemudian A ke rumahnya, karena saya sebagai Lurah untuk membantu untuk mediasi, mendamaikan kedua belah pihak. “Jadi saya sebagai Lurah memfasilitasi untuk mendamaikan agar tidak ada tuntutan lain dikemudian harinya,” katanya.

Setelah memberikan masukan tersebut, saya tinggalkan untuk berdiskusi berdua, tetapi saya tidak tau kesepakatan kedua belah pihak. Selanjutnya Minggu (11/4/2021) sekitar pukul 12.00 WIB di depan Hotel Wijaya Lubuklinggau saya ditelpon kembali oleh inisial A untuk ikut mediasi kembali dengan Ketua RT 8.

“Karena saya selaku Lurah diminta untuk hadir dalam mediasi tersebut dan sampai di lokasi saya melihat suasana mulai bersitegang dan terjadilah miskomunikasi. Terkait postingan tersebut saya atas nama Lurah Sumber Agung meluruskan dan saya tegaskan tidak ada pemerasan,” ia mengatakan.

Sementara itu Ketua RT 8 Kelurahan Sumber Agung, Devi mengatakan pada Minggu (11/4/2021) pukul 09.00 WIB, A mengajaknya ketemuan di rumah Lurah, tidak tahu permasalahannya.

“Aku ditelpon Lurah perihal tanda tangan palsu, di surat tanah yang bernama Akbar Mauli jadi si A datang kerumah Lurah secara musyawarah, kemudian saya datang kerumah Lurah dan bertemulah dengan si A sehingga terjadilah perjanjian antara saya dan si A di depan Hotel Wijaya Lubuklinggau,” katanya.

Diakuinya, ia merasa dirugikan karena pemalsuan tandatangan, cap sehingga terjadilah miskomunikasi dan saya tegaskan bahwa pak lurah tidak pernah terjadi pemerasan di lokasi.(*)

Rekomendasi Berita