oleh

Video Porno Merusak Otak

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Menonton film porno dapat berdampak buruk bagi kesehatan otak.

“Para peneliti di Jerman menemukan, terlalu sering atau secara teratur menonton film atau video porno dapat membuat volume otak di daerah striatum mengalami penyusutan,” jelas Psikolog, Irwan Tony, kepada Linggau Pos, Senin (18/12).

Ia menjelaskan, striatum merupakan daerah di otak yang berkaitan dengan motivasi.

“Ketika menonton film porno, terlalu sering justru dapat menurunkan sensitivitas otak terhadap rangsangan seksual,” jelas Direktur Asoka Training Centre (ATC) ini.

Otak akhirnya membutuhkan lebih banyak dopamin untuk bisa terangsang secara seksual. Dengan begitu, jelasnya, seseorang pun akan memiliki keinginan lebih banyak untuk menonton film porno.

“Video porno ini juga efek ke otak kerusakannya lebih bahaya dibanding narkoba,” tegasnya.

Terlalu sering menonton film porno, pria atau wanita akan membutuhkan pengalaman seksual yang lebih ekstrem untuk bisa terangsang. Mereka akan sulit terangsang jika hanya melakukan hubungan seksual biasa.

Lalu bagaimana mengatasi ketika anak sudah terpapar video maupun film porno?

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) itu menerangkan, sebaiknya ajaklah anak bicara. Pilih waktu yang tepat, dan lakukanlah secara santai, informatif dalam bentuk diskusi dua arah yang sehat, jujur dan terbuka.

“Hindari sikap interogatif apalagi emosional. Cara meresponnya harus konstruktif. Dorong anak untuk bercerita lebih banyak. Tanya dia apa pendapatnya. Lalu diskusikan cara-cara apa yang harus dia lakukan kalau menghadapi kejadian serupa. Sekali lagi, jangan meresponsnya dengan emosional,” jelas Irwan.

Jika orang tua meresponnya dengan emosional, hal seperti itu hanya akan membuat nyali anak untuk bersikap jujur jadi surut. Sebaliknya, responslah dengan baik dan sportif, agar terbangun dialog dua arah yang sehat, terbuka dan informatif sehingga nantinya pemahaman anak pun akan tumbuh.

Kalau pemahaman anak sudah tumbuh, Irwan mengatakan akan mudah baginya untuk membangun kesadaran diri menghindari jerat pornografi.  Karena itu, pastikan pembicaraan bisa mencapai dua tujuan.

“Pertama, anak bisa paham, apa itu pornografi (baik bentuknya ataupun cara penyebarannya). Kedua, anak tahu apa yang harus dia lakukan untuk menghindari dirinya dari jerat pornografi. Dua inilah yang terpenting,” tutup Irwan.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita