Verfak Pendukung Paslon Perseorangan yang Sakit Lewat Video Call

LINGGAUPOS.CO.ID – Verifikasi faktual (verfak) berkas dukungan bakal pasangan calon (paslon) bupati dan wabup Mura jalur perseorangan Pilkada 2020, bisa ditempuh dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti aplikasi video call (VC) Namun cara verfak tersebut, hanya berlaku bagi pendukung yang sakit atau sedang berada di luar kota.

“Saat sensus ke rumah-rumah pendukung, kemungkinan juga ditemukan kondisi seperti itu. Ada pendukung yang berhalangan ditemui secara langsung karena sakit atau berada di luar kota. Makanya nanti PPS didampingi PKD, bisa melakukan VC ke pendukung,” kata Komisioner KPU Mura, Apandi usai membukan kegiatan bimtek verfak dukungan paslon perseorangan Pilkada Mura 2020 kepada 70 PPK di Gedung BLK Mura, Senin (23/6).

Apandi menyampaikan, masa verfak dukungan perseorangan ini dilakukan 24 Juni-12 Juli mendatang. Kegiatan diawali dengan penyerahan berkas dukungan kepada PPS pada 24-29 Juni.

Kemudian selama 12 hari mulai 30 Juni,
PPS melakukan sensus mendatangi rumah-rumah pendukung guna memastikan berkas dukungan berupa KTP atau suket.

“Kalau benar dan diakui pendukung, maka dukungan dinyatakan memenuhi syarat (MS). Sebaliknya kalau tidak, dukungan dinyatakan TMS yang dibuktikan dengan pengisian formulir B5.

Jika tidak ditemukan, PPS dan TKD tetap mengumpulkan berkas pendukung tadi di sekratriat desa untuk dilakukan verfak,” jelas dia.

Dalam persiapan verfak ini lanjut Apandi, pihaknya sudah meminta nama penghubung/LO tingkat kecamatan dan desa. Namun hingga hari ini, pihaknya baru menerima nama-nama LO tingkat kecamatan. “Hal ini juga menjadi perhatian kami, mengingat jaringat internet belum merata dan bakal terjadi keterbatasan komunikasi,” ucap dia.

Masih kata Apandi, Verfak dilakukan terhadap seluruh data yang diserahkan LO paslon perseorangan Akmal-Triono yakni sebanyak 24.006 berkas dukungan. Termasuk 612 data yang diduga ganda berdasarkan hasil koordinasi dengan Disdukcapil Mura.

“Nantinya hasil verfak akan direkap dan pleno berjenjang. Setelah akumulasi hingga ke tingkat KPU, barulah diketahui kepastian kekurangan dukungan,” jelas Apandi.

Apandi menambahkan, terdapat 23 desa dari tujuh kecamatan yang memiliki lebih dari 300 pendukung. Kecamatan dimaksud Megangsakti, Tugumulyo, Tuahnegeri. Purwodadi, Sukakarya dan Sumberharta. Bahkan ada satu desa di Kecamatan Sumberharta, terdapat 800 berkas dukungan yang diserahkan LO perseorangan.

“Untuk efektifitas dan efisiensi waktu yang tersedia selama 14 hari, bakal diatur skema sensus untuk melaksanakan vertual. Kemungkinan verfak untuk 300 pendukung ini, dibagikan tiga sesuai jumlah PPS. Jadi tiap PPS, masing-masing melakukan verfak 100 pendukung. Namun hal ini perlu dikomunikasikan lagi dengan bawaslu karena PKD (pengawas kelurahan-desa) cuma ada satu,” ujar Apandi.

Untuk diketahui, selain narasumber dari Komisioner KPU Mura, Bimtek juga bakal menghadirkan pemateri dari Bawaslu Mura yang menyampaikai materi mengenai seputar teknis pelaksanaan verfak di lapangan.

Kegiatan serupa bakal dilanjutkan di tingkat kecamatan oleh seluruh jajaran PPK, Selasa (23/6/2020), diikuti seluruh Anggota PPS. Dalam kegiatan itu, PPK nantinya sekaligus akan mendistribusikan berkas dukungan perseorangan yang akan diverfak 14 hari mulai 24-29 Juni.

Saat melakukan sensus, PPS akan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menyediakan sarung tangan, masker dan hand sanitizer untuk semua petugas. Mengenai penyediaan pengukur suhu tubuh (thermogun), pihaknya sudah berkirim surat kepada gugus tugas kabupaten. Sebab saat ini sudah tersedia termogun tiap desa untuk dipinjam pakai. (*)

Rekomendasi Berita