oleh

Vanessa Angel Ngaku Dijebak Polisi

JAKARTA – Pemberitaan simpang siur terkait penangkapan aktris Vanessa Angel yang diduga terlibat prostitusi online menjadi trending topik hampir semua media di Tanah Air. Kuasa Hukum Vanessa Angel, Muhammad Zakir Rasyidin akhirnya angkat bicara.

Saat dikonfirmasi, mengklarifikasi pemberitaan terkait kliennya yang menyebutkan bahwa Vanessa digrebek saat berhuhungan badan dengan seorang pengusaha di sebuah kamar hotel di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu siang (5/1).

Zakir menjelaskan bahwa persoalan ini masuk di ranah hukum. Menurutnya ada dua kepentingan yang harus dikedepankan dan harus dijalani yakni kepentingan penegakan hukum yang sudah dilakukan pihak kepolisian dalam hal ini Polda Jawa Timur.

Sehingga, apa yang disampaikan kepolisian bahwa Vanessa digerebek bersama pria saat berhubungan intim, pihak Vanessa enggan membantah itu. Kendati demikian sebagai kuasa hukum, Zakir ingin meluruskan pemberitaan yang menurut kliennya itu tidak sesuai dengan faktanya.

“Jadi kita meluruskan kalau misal pihak kepolisian mengatakan pada saat penggerebekan di dalam hotel itu dia bersama seorang laki-laki dan tidak dalam kondisi berbusana faktanya apa? yang disampaikan klien kami dia tidak seperti itu,” kata Zakir saat dihubungi Fajar Indonesia Network Selasa (8/1).

Menurut Zakir, ia tidak punya kapasitas untuk melawan informasi yang disampaikan oleh penyidik mengingat tugas kepolisian adalah harus menyampaikan informasi disertai bukti-bukti yang dimilik.

“Makanya saya bantah gitu. Dengan tujuan apa meluruskan pemberitaan karena saya tidak punya kapasitas untuk kemudian ibaratkan melawan informasi yang disampaikan oleh penyidik atau kepolisian karena tugas mereka harus menyampaikan itu dengan bukti-bukti yang mereka miliki,” jelasnya.

Dikatakan Zakir bahwa sah-sah saja jika dirinya membantah pernyataan itu. Sepanjang ada bukti yang bisa dipertanggungjawabkan penyidik maka kuasa hukum akan menghormati proses hukum yang berjalan. Namun jika tidak ada bukti yang memberatkan maka aparat hukum wajib memulihkan nama Vanessa.

“Dari pihak kami membantah itu wajar saja, pengacara tugasnya membantah. Tugasnya meluruskan sepanjang ada bukti silahkan kita dukung proses itu. Tapi kalau tidak ada bukti tugas kita memulihkan nama baiknya,” kata Zakir.

Ia menegaskan bahwa pernyataan polisi yang mengatakan bahwa Vanesaa kedapatan saat sedang berhubungan badan dengan seorang pria bernama Rian yang dikabarkan seorang pengusaha tambang asal Surabaya, faktanya tidak demikian. Zakir berani mengatakan bahwa Vanessa tidak pernah bertemu dengan pria di hotel itu.

“Begini mungkin kita kemudian bisa mengatakan prostitusi kalau kemudian tidak ada laki-lakinya kan begitu. Kalau misalkan ada laki-laki inisialnya R dia seorang pengusaha tambang faktanya klien kami dia tidak pernah bertemu dengan laki-laki di hotel itu,” ujar Zakir.

Menurutnya, mantan kekasih Didi Mahardhika ini datang ke surabaya untuk melakukan pekerjaan sebagai MC di salah satu acara perusahaan. Vanessa diundang rekannya bernama Siska yang sering memberinya pekerjaan. Zakir pun menceritakan kronologis kejadian, saat Vanessa sampai di Surabaya dia beristirahat di sebuah kamar hotel berbintang, ketika ia sedang mandi tiba-tiba ada suara gebrakan seperti penggerebekan.

“Pada saat dia sampai di sana, dia istirahat di kamar hotel pada saat dia istirahat dalam kondisi dia mandi kemudian ada gebrakan seperti penggerebekan gitu laki-lakinya dia enggak tau siapa. Sampai hari ini siapa laki-laki itu,” jelas pengacara yang berkantor di j. Warung Buncit Raya ini.

Zakir bersikukuh bahwa apa yang disampaikan polisi tidak benar. Ia jelas mengatakan jika memang polisi meyakini Vanessa bersalah, maka harus memperlihatkan bukti-bukti berupa foto dan video saat penggerebekan Vanessa dan pria tetsebut.

“Kalau penyidik punya video punya foto terkait siapa laki-laki itu munculkan supaya tidak menjadi polemik karena saya tentu memberikan statemen ke media untuk menyampaikan informasi-informasi berdasarkan apa yang saya dengar dari klien saya. Sehingga itu dianggap bertentangan dengan apa yang disampaikan oleh kepolisian gitu,” ujarnya.

Makanya, lanjut Zakir untuk membuktikan bahwa apa yang disampaikan kepolisian itu benar, maka harus memunculkan bukti-bukti video dan foto saat peristiwa itu.

“Kalau misalnya digerebek bersama laki-laki itu munculkan siapa laki-lakinya, kemudian kalau digrebek dalam kondisi sedang bersetubuh munculkan foto atau videonya meskipun diblur. Minimal kita ada pembuktian soal itu karena hari ini saya dipaksa untuk mengakui ada itu kalau klien kita mengatakan tidak ada itu bagaimana kita mengatakan kalau itu ada,” beber Zakir.

Sebagai kuasa hukum, ia tetap mengedepankan untuk mengamankan posisi kliennya, Vanessa Angel, ia percaya penuh dengan apa yang diungkapkan Vanessa.

Vanessa mengakui ada feeling bahwa dirinya dijebak. Ia tidak tahu pasti apakah ia berada di tempat yang salah atau di saat yang tidak tepat sehingga ikut terjaring oleh Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim.

Zakir kembali menegaskan bahwa saat ditangkap dalam kamar hotel Vanessa tidak bersama seorang pria. Sampai hari ini, bahka foto pria yang dimaksud belum dipublikasikan pihak kepolisian Polda Jatim.

“Cuman saya tidak tahu apakah dia berada di tempat yang salah atau berada di waktu yang tidak tepat sampai dia diamankan waktu itu. Tapi kalau diamankan bersama laki-laki sudah tegas kita bantah tidak ada laki-laki. Bagaimana mungkin dia bersetubuh dan terlibat jaringan prostitusi kalau misalnya laki-lakinya aja tidak jelas siapa laki-lakinya,” jelas Zakir.

Saat kejadian sampai saat ini lanjut Zakir, Vanessa mengalami frustrasi dan shock. Saat kejadian Vanessa terguncang secara psikisis sehingga ia sering menangis atas apa yang menimpanya.

“Dia frustrasi dan syok terganggu psikisnya dan dia kebanyakan menangis karena namanya baiknya sudah hancur tapi di sisi lain apa yang dia alami tidak seperti yang kita dengar,” ujarnya.

Namun dari kasus ini ada hal yang mengganjal pasalnya penyidik tidak melakukan visum terhadap Vanessa. Jika polisi ingin membuktikan Vanessa digrebek saat berhubungan badan tentunya penyidik melakukan visum sebagai salah satu alat bukti.

Zakir mengakui bahwa dirinya tidak sampai ke sana (visum), menurutnya hal ini sudah menjadi materi penyidikan. Namun ia mengatakan bahwa Vanessa mengaku bahwa penyidik tidak melakukan visum terhadapnya.

“Saya tidak sampai ke sana itu kan sudah materi penyidikan apakah dia saat diamankan langsung divisum atau tidak tapi apa yang disampaikan vanessa tidak pernah ada proses itu. Tidak ada proses visum,” katanya.

Bahkan lanjut Zakir, penyidik menyita empat harang bukti salah satunya celana dalam milik Vanessa yang diambil dari tas bukan yang digunakannya.

“Dari empat barang bukti yang disita kan aneh juga ada celana dalam yang disita tapi celana dalam itu yang ada dalam tas dia bukan yang dia pakai,” imbuhnya.

Ia menegaskan jika memang dalam kasus ini polisi punya bukti maka Zakir akan mendukung selama ini bertujuan mengungkap jaringan prostitusi online. Tapi jika pun bertujuan membongkar jaringan prostitusi online dan mengorbankan kliennya maka ia akan pasang badan.

“Makanya kita duduk bersama kita lihat kalau targetnya kita ini kita akan bantu. Kalau misal klien kita juga menjadi masalah dalam persoalan ini tapi dia tidak pernah mengalami peristiwa itu ya ini kita harus luruskan,” ujarnya.

Usai penangkapan, foto bugil Vanessa beredar di sosial media. Zakir membenarkan jika sosok dalam foto itu memang kliennya.

“Patut diduga ada orang yang dengan sengaja menyebarkan foto itu. Foto itu betul dia (Vanessa) cuman kan kita sedang siapkan langkah-langkah hukum itu prosesnya. Klien saya juga akan melaporkan, ada beberapa akun yang sudah didata. Kurang lebih 25 akun yang ikut menyebarkan,” ujar Zakir.

Dalam waktu dekat ini, Vanessa bersama kuasa hukumnya akan menempuh jalur hukum. Vanessa akan melaporkan pelaku penyebar foto itu yang menurutnya dari kalangan aktris. Namun ia masih enggan membeberkan siapa dalang di balik berbedanya foto bugil tersebut.

“Vanessa tahu betul siapa orang yang bersama dia saat foto itu diambil gitu. Jadi kita sudah punya nama siapa yang diduga menyebarkan dan langkah-langkah apa yang kita ambil setelah kita duga penyebar itu adalah orang itu. Dari kalangan aktris saya sudah pastikan dari kemarin dari kalangan aktris. Inisal nantilah ya pada saat kita melaporkan nanti,” katanya.

Vanessa dan kuasa hukumnya akan melaporkan penyebar foto bugilnya ke polisi setelah kondisi Vanessa membaik. Pasalnya kata Zakir saat ini Vanessa masih pemulihan.

“Dia syok beberapa hari diperiksa sekian puluh jam ya macam-macamlah dia mengalami trauma yang cukup kuat ya. Jadi saya menyampaikan tadi malam kita akan melaporkan setelah dia pulih dulu. Bisa saja minggu depan,” sambungnya.

Dilanjutkan Zakir bahwa kliennya tersebut diperiksa sebagai saksi oleh penyidik sehingga ia tidak wajib lapor. Hanya saja keteranganya sebagai saksi masih dibutuhkan untuk melengkapi berkas tersangka lainnya.

“Tidak wajib lapor dia bukan pelaku dia hanya dijadikan sebagai saksi sewaktu-waktu keteranganya dibutuhkan untuk melengkapi berkas tersangka lain. Rencana Kamis nanti dia dipanggil Polda Jatim,” tutupnya.

Psikolog, Rezki Ashriyana mengatakan secara umum setiap kejadian sesuatu yang tidak terduga pasti ada fase syok terlebih dahulu namun dampaknya berbeda-beda setiap orang bergantung karakternya. Namun dalam kasus Vanessa, menurutnya tidak yakin jika sampai mengalami trauma.

“Pasti ada fase syok dulu. Atas kejadian seperti Vanessa ini syok mah iya, kalau trauma secara psikologis saya sih gak yakin,” kata Rezki saat dihubungi Fajar Indonesia Network, Selasa (8/1).

Jika setelah kejadian Vanessa banyak mengurung diri dan menghindari bertemu banyak orang itu lantaran ia merasa malu atas pandangan orang terhadapnya. Terlebih lagi kasus prostitusi tentunya membuat Vanessa merasa tersudut dan terkucilkan.

“Perlu dibedakan ya antara trauma dengan malu ke lingkungan sosial. Karena kan dia ter-publish ya rasa tersudut ada, merasa gak sesuai dengan norma sosial ada, jadinya ya berusaha kuat, menghindari stimulus yang bikin dia gak nyaman,” lqnjut Rezki.

Kendati demikian, dengan karakter Vanessa yang terlihat sebagai sosok periang bisa dengan cepat berdamai dengan kenyataan dan bangkit.

“Iya itu memang konsekuensi logis tapi kalau dia punya kemampuan yang mumpuni dan secara pribadi resilience mah bisa bangkit lagi. Untuk kasus seperti ini gak tau ya detilnya tapi mungkin dalam dua bulanan kejadian ini juga gak ngaruh lahi buat dia,” lanjut Rezki.(dim/din/fin)

Rekomendasi Berita