oleh

Utamakan Siswa Sesuai Zonasi

Daftar ke SMPN 2 Lubuklinggau Via Online

Sudah tiga tahun ini, SMPN 2 Model Lubuklinggau melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. Jadi bagi anda yang ingin masuk sekolah yang terakreditasi A ini, langsung mengakses http://ppdb-smpn2lubuklinggau.app.web.id.

Laporan Sulis, Lubuklinggau

LINGGAU POS ONLINE – KEPALA SMPN 2 Model Lubuklinggau, Parman menuturkan PPDB sistem online dilakukan oleh beberapa pertimbangan. Pertama, mengurangi penggunaan kertas (paperless). Kedua, mengoptimalkan proses pendaftaran sebab calon siswa bisa mendaftarkan diri di manapun kapanpun. Dan ketiga, melatih calon siswa untuk bisa memanfaatkan dengan positif perangkat Informasi Teknologi (IT).

Caranya, masuk ke website SMPN 2 Lubuklinggau, klik daftar, lalu isi form dengan lengkap dan jujur. Parman menegaskan, bila ada penipuan data, maka akan ditolak. Barulah klik daftar lalu download atau print bukti pendaftaran tersebut.

Hari ini (4/7) merupakan masa pendaftaran terakhir calon siswa baru yang akan masuk SMPN 2 Lubuklinggau.

5-6 Juli 2019 SMPN 2akan melakukan verifikasi berkas yang telah daftar online dengan membawa Kartu Keluarga (KK) asli dan fotokopi serta KTP orang tua asli dan fotokopi. Verifikasi langsung dilakukan di SMPN 2 Lubuklinggau.

Selanjutnya, 8 Juli 2019 pengesahan dan pengumuman peserta didik baru yang diterima maupun yang ditolak. Nanti akan disampaikan via online dan secara tertulis di SMPN 2 Lubuklinggau.

Sementara daftar ulang peserta didik yang diterima dilakukan 9-11 Juli 2019.

Parman menegaskan, SMPN 2 Lubuklinggau menerapkan PPDB sistem zonasi. Hal itu mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No.51 Tahun 2018 tentang PPDB.

“Sekolah akan menerima siswa berdasarkan jarak terdekat dengan sekolah. Jika ternyata pendaftarnya melebihi kuota yang dibutuhkan maka dilakukan perangkingan,”jelas Parman.

Beberapa kelurahan yang termasuk dalam zonasi SMPN 2 yakni Kelurahan Air Kuti, Watervang Majapahit, Taba Pingin, Niken Jaya,  Batu Urip Taba, Taba Jemekeh dan Lestari. Namun tidak semua yang ada dalam zonasi ini bisa diakomodir karena keterbatasan kuota. (*)

Rekomendasi Berita