oleh

Usai Hujan, Potensi Kabut Asap Muncul di Sumsel

LINGGAU POS ONLINE – Setelah beberapa hari turun hujan di Sumatera Selatan (Sumsel), diprediksi cuaca akan kembali seperti semula yakni kemarau yang kering. Selain itu, hujan beberapa hari lalu, juga berpotensi menciptakan kabut asap.

Kasi Data dan Informasi BMKG Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Bambang Beni Setiaji menjelaskan, seiring aktifnya Badai Tropis yang baru (Badai Tropis Podul) pada tanggal 27 Agustus 2019 beberapa hari ke depan kondisi Sumsel akan kembali keadaan normal Musim Kemarau dengan kondisi lapisan udara atas yang kering dan berangin kencang yang akan memperlambat pertumbuhan awan. “Badai Tropis Podul diperkirakan akan berakhir 31 Agustus-1 September 2019.

BMKG menghimbau untuk mewaspadai adanya Kabut Asap (Smog) 29-31 Agustus 2019 dikarenakan setelah beberapa bagian wilayah Sumsel terpapar hujan apabila kondisi pada malam harinya cerah akan berpotensi adanya Kabut Radiasi yang akan bercampur Asap dari karhutbunla pada pagi harinya,” rilisnya.

Bambang menambahkan imumnya Kabut Asap (Smog) terjadi pada pagi hari (04.00-07.00 WIB) dengan jarak pandang kurang dari 1 Km yang mengganggu transportasi terutama penerbangan.

Sementara itu, dikarenakan hujan turun,  Salat Istisqa yang dijadwalkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratata), dibatalkan. Hal tersebut dikarenakan beberapa wilayah di Muratara telah dituruni hujan dua hari terakhir.

Padahal sebelumnya, Pemkab menjadwalkan pelaksanaan Salat Istisqa Kamis (29/8/2019) dengan catatan dilaksanakan bila hujan tak kunjung turun sampai waktu dijadwalkan.

Pembatalan pelaksanaan kegiatan Salat Istisqa disampaikan oleh Muzamil, Ketua Pelaksaan Sholat Istisqa. Bahkan ia menegaskan, pembatalan ini setelah pihaknya mendapatkan arahan dari Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat.

Pasca turun hujan pada Selasa menjelang subuh, siangnya kita langsung konsultasi kepada bupati. Setelah berbagai pertimbangan, diputuskan Salat Istisqa dibatalkan,” ungkap Muzamil, Kamis.

Apalagi dilanjutkannya, sudah dua hari terakhir di Muratara turun hujan. “Meskipun Salat Istisqa di tingkat kabupaten Muratata dibatalkan, pelaksanaan Salat Istisqa sebelumnya sudah dilaksanakan di Kecamatan, Desa, Bahkan di pondok pesantren,” tegasnya. (*)

Laporan Endang Kusmadi dan Fahmilan Jadidi

Rekomendasi Berita