oleh

Usai Diajak Wik-wik, Istri Dihajar Sampai Babak Belur

LINGGAU POS ONLINE – Ali Imron (46) warga Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas, harus mendekam di sel. Pasalnya ia diduga melakukan penganiayaan terhadap istrinya, Musliha (37).

Bahkan, Kamis (05/12/2019) sekitar 14.00 WIB terdakwa Ali Imron dilimpahkan penyidik Polsek Muara Beliti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Menurut JPU Sumar Herti SH, berkas perkara Ali Imron sudah lengkap, dan secepatnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Lubuklinggau untuk disidangkan.

“Berkas perkaranya sudah lengkap, dan dalam waktu dekat berkas perkaranya akan kembali dilimpahkan di Pengadilan Negeri untuk segera disidangkan,” kata Sumar Herti SH kepada Linggau Pos Online.

Ia mengatakan, Ali Imron didakwa dengan pasal 44 ayat (4) UU No.23 tahun 2004 tentang KDRT. “Namun kita lihat dari fakta dipersidangan nanti,”ungkapnya.

Kronologis kasusnya, bermula Ali Imron baru pulang, pada 13 Oktober 2019 sekitar pukul 23.30 WIB.  Ia kemudian mengajak istrinya wik-wik (hubungan suami istri, red). Namun saat berhubungan badan, korban menolak dicium dan sempat menepis tangan suaminya, karena merasakan sakit.

Karena itulah, terdakwa marah-marah. Bahkan terdakwa hendak keluar dari kamar, namun korban memegang tangan terdakwa. Terdakwa semakin kesal, hingga menendang korban yang masih berbaring dan menarik menarik rambut korban.

Selanjutnya  terdakwa yang masih marah berkata ”Agek kau mati kareno aku lagi khilaf.” Ia mengambil arit, kemudian merusak hordeng dan beberapa perabotan rumah, kemudian terdakwa mengusir korban dari rumah.

Akibat perbuatan terdakwa, korban mengalami luka memar pada bagian mata sebelah kanan. Selain itu, keributan antara korban dan terdakwa memang sudah sering terjadi, sebelumnya dipicu masalah kopi. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Muara Beliti, hingga terdakwa ditangkap. (*)

Rekomendasi Berita