oleh

Usai Demo Soal Covid19, Sidak RSUD Rupit, Hasilnya…

LINGGAUPOS.CO.ID – Massa tenaga medis dan pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, yang melakukan aksi demonstrasi di DPRD Musi Rawas Utara (Muratara), akhirnya melakukan pertemuan dengan anggota dewan dan pihak Pemkab Muratara, Selasa (28/4/2020).

Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Komisi II DPRD Muratara, Hadi Subeno beserta anggota dewan lainya, Sekda Muratara Alwi Roham, Asisten III Romsul Panani dan Asisten II Suharto Patih serta tenaga medis maupun pegawai RSUD Rupit yang mewakili.

Pertemuan berlangsung di Ruang Banggar DPRD Muratara, yang dimilyai pada pukul 13.54 WIB dan membahas permasalahan 18  tuntutan tenaga medis RSUD Rupit.

Dalam diskusi dan audiensi tersebut, rata-rata anggota dewan Muratara bersepakat dan mendesak  pemerintah daerah agar sesegrah mungkin memenuhi tuntutan paramedis. Mengingat sebagai garda terdepan dalam penanganan pasien terdampak virus corona.

Diskusi tersebut berlangsung sekitar 1 jam dengan mendengar pendapat dan masukan baik dari berbagai anggota dewan maupun pihak pemerintah sendiri, dalam hal ini disampaikan oleh Sekda Alwi Roham.

Namun untuk, melihat kepastian apa yang disampaikan oleh Sekda maupun tuntutan oleh tenaga medis berujung Inpeksi Mendadak (Sidak) ke RSUD Rupit, untuk melihat kelengkapan tenaga medis dalam penanganan RSUD Rupit.

Seperti melihat ruang penanganan utama pasien, ruang inap dan ruangan bagi pasien yang positif covid19. Sementara untuk alat kelengkap anggota dewan sempat melihat kesediaan serta keperluan yang harus disediakan.

Ketua Komisi II DPRD Muratara, Hadi Subeno, mengatakan jika semua anggota dewan sepakat dan sependapat apa yang menjadi tuntutan para mendis untuk disegerahkan diwujudkan mengingat demi kebaikan bersama.

“Mereka-mereka ini harus mendapatkan perhatian. Karna mereka-mereka inilah yang menangani masyarakat kita jika terjangkit virus covid19 yang tanpa kelihatan tersebut,” kata ia.

Ditegaskanya, pemerintah daerah juga harus bertanggung jawab jika teman-teman kita dari para medis ini jika tertular virus corona. “Bagai mana jika mereka sampai meninggal. Nah, hal wajar apa yang menjadi tuntutan mereka ini menjadi hak-hak mereka dalam penanganan virus corona,” kata ia.

Sementara itu, Sekda Muratara Alwi Roham, apa yang menjadi tuntutan para medis dari RSUD Rupit, pihaknya akan berusaha bagai mana pelayanan di RSUD Rupit bisa berjalan dan lebih baik lagi.

“Terutama dalam pelayanan penanganan virus corona yang harus sesuai SOP penanganan virus tersebut,” kata Alwi Roham.

Dirinyajuga menghimbau kepada para medis RSUD Rupit, apa yang telah terjadi menjadikan perlajaran, dan diharapkan tetap semangat serta kompak. “Apa yang telah disampaikan pada kami akan kami laporkan kepada Bupati serta kita perbaiki kekurangan yang ada,” jelas ia.

Disisi lain, Direktur RSUD Rupit, dr Marlina mengatakan bahwa apa yang telah terjadi biarlah berlalu. Dan anak-anak saya tetap semangat karna tanggung jawab kemajuan dalam pelayanan RSUD Rupit bukan hanya Direktur dan anak-anak paramedis namun tanggung jawab kita semua.

“Mengenai insentif kita juga akan keluarkan karna memang adanya anggarannya. Dimana Pemkab telah menggarkan Rp. 1.8 Miliyar dimana dari anggaran tersebut insentif untuk tenaga medis bekisar Rp. 500 juta selama 3 bulan dari anggaran Rp.1.8 M tersebut,” kata dia.

Masih katanya, bahwa apa yang menjadi tuntutan para medis akan pihaknya perbaiki bersama pemerintah daerah demi kemajuan pelayanan bersama RSUD Rupit. (*)
Sumber: Musirawas Ekspres

Rekomendasi Berita