oleh

Usai DCT Tidak Bisa Ganti Caleg

LUBUKLINGGAU – KPU Kota Lubuklinggau menjelaskan status Calon Legislatif (Caleg) yang meninggal dunia pasca penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT). Posisi Caleg bersangkutan pada pencalonan tak bisa diganti. Maka, surat suara Partai Politik (Parpol) yang bersangkutan kemungkinan besar akan kosong.

Komisioner KPU Kota Lubuklinggau Divisi Teknis, Bambang Irawan mengatakan tidak ada larangan untuk mencoblos nomor urut dari Caleg yang telah meninggal dunia, perolehan suaranya akan tetap dihitung sebagai suara Parpol.

Memang dalam PKPU telah mengatur perihal pergantian ini untuk calon yang meninggal dunia, yakni dalam PKPU No.20 Tahun 2018 tentang Pencalonan, dalam Pasal 34 ayat 1 yang menjelaskan bahwa calon yang meninggal dunia hanya bisa diganti paling lambat 13 hari sebelum ditetapkan sebagai Caleg.

Selanjutnya, dalam Pasal 35 pada PKPU yang sama juga menerangkan bahwa peserta yang meninggal dunia tidak dapat diganti. KPU akan melakukan perubahan dengan mencoret Caleg yang bersangkutan tanpa mengubah nomor urut calon.

“Selain itu, kami juga telah menerima surat edaran (SE) dari KPU RI No:31/PI.01.4-SD/06/KPU/I/2019 perihal calon tidak memenuhi syarat pasca penetapan DCT,” kata Bambang Irawan, Senin (21/1).

Menurut Bambang, dalam SE tersebut menjelaskan juga mengenai Caleg yang berstatus terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. Namun, menjalani hukumannya di luar penjara. Maka, prosedur yang ditempuh terkait dengan perubahan DCT, maka KPU melakukan klarifikasi kepada Parpol dan instansi terkait untuk memperoleh bukti pendukung, yakni putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

“Untuk Caleg terpidana, tapi menjalani hukumannya di luar penjara. Proses pencalonannya tetap lanjut. Namun, bila dipidana dan menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), namanya akan dicoret dari pencalonan,” jelas Bambang.

Namun, perolehan suara yang diperoleh para Caleg ini tetap dihitung sebagai perolehan suara Partai Politik (Parpol) yang mengusungnya di Pemilu 2019.

“Parpol tidak dirugikan mengenai hal ini, karena suara yang diperoleh masuk ke Parpol,” jelasnya.

Seperti diketahui, Caleg dari Partai Golklar Kota Lubuklinggau Daerah Pemilihan (Dapil) IV Lexi Yunicko meninggal dunia, setelah ditetapkan sebagai Caleg.

Lexi Yunicko salah satu kader muda terbaik yang dimiliki Partai Golkar, karena saat ditetapkan sebagai Caleg, Nicko sapaan akrabnya merupakan incumbent anggota DPRD Kota Lubuklinggau. Bahkan, kansnya untuk terpilih kembali cukup besar, karena memiliki darah Tionghoa dan banyak keluarganya berada di Dapil IV. Jelas, Partai Golkar, sangat meradang dengan meninggalnya kader terbaik yang dimiliki mereka ini. (aku)

Rekomendasi Berita