oleh

Unmura Tawarkan Solusi Atasi Kemiskinan

UNIVERSITAS Musi Rawas (Unmura) berusaha terus berkontribusi dalam membangun Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Muratara dan sekitarnya. Terutama dalam program pengentasan kemiskinan.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan untuk menawarkan solusi mengatasi kemiskinan itu, digelarlah Seminar Regional Gerakan Inovasi Universitas Musi Rawas di Auditorium Pemkab Musi Rawas, Rabu (11/4).

Ketua Panitia Seminar Regional Gerakan Inovasi Unmura, Betty Herlina kepada Linggau Pos menjelaskan, seminar tersebut diadakan sebagai tindak lanjut dari kerja sama yang dijalin dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Musi Rawas. Dalam rangka diseminasi kemiskinan di 14 kecamatan se-Kabupaten Musi Rawas.

“Nah, untuk menindaklanjuti kegiatan itu, kami minta pemakalah-pemakalah menyampaikan topik tentang solusi pengentasan kemiskinan dari berbagai bidang. Dengan Keynote Speaker (pemakalah utama) Rektor Unmura, Prof. DR Ir H Fachrurrozie Sjarkowi, Ph.D. Ditambah 17 pemakalah pendukung dari para dosen Unmura,” jelasnya.

Dosen-dosen tadi berasal dari tujuh Program Studi (Prodi) di Unmura. Dari Fakultas Pertanian dosen Prodi Agroteknologi, Prodi Agribisnis, dan Prodi Peternakan yang diutus, yakni Meisiska, Neny Wahyuni, Andre, Edi Humaidi, Syamsul Bahri, Nining Suningsih, Wasir Ibrahim, dan Faisal.

Sementara dari Fakultas Teknik yakni Prodi Teknik Sipil, pemakalah yang tampil yakni Elly Mulyati, Ana, dan Joko. Sedangkan dari Fakultas Ekonomi Prodi Akuntansi mengutus pemakalah Miki Indika dan Subianto.

Lalu, untuk Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) mengutus dosen Mardimurahman, Anton Mardoni, Juliman, dan Hartawan dari Prodi Ilmu Pemerintahan serta Prodi Administrasi Negara.

Menurut Betty Herlina, digelarnya seminar regional yang mengusung tema ‘Upaya Pengentasan Kemiskinan Melalui Pendekatan Holistik Terpadu Sistemik, Mengandalkan Instrumen Meritokrasi dan Monetisasi Pedesaan Menuju Kecamatan Inovatif’ ini diharapkan bisa jadi inspirasi bagi camat-camat yang hadir untuk memberdayakan masyarakat yang ada sehingga produktif.

“Harapan kami, setelah seminar regional ini, kami bisa menyelenggarakan seminar nasional, mengusung tema yang sama. Karena kegiatan ini juga bagian dari Program Kerja Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unmura. Sehingga, kami akan berusaha untuk bisa melahirkan inovasi dalam mencari solusi pengentasan kemiskinan di Kabupaten Musi Rawas dan sekitarnya,” jelas Ketua LPPM Unmura itu.

*** Rektor Unmura : Entaskan Kemiskinan Butuh Kerja Sama

Di hadapan peserta seminar regional yang terdiri dari camat, Pembantu Rektor I Unmura DR. Ir. H. Zaini Amin, Pembantu Rektor II Unmura Nila Suryati, jajaran dekan, mahasiswa K2PL maupun KKN dan mahasiswa yang sedang melaksanakan tugas akhir Prof. DR Ir H Fachrurrozie Sjarkowi, Ph.D menyampaikan poin penting untuk mengentaskan kemiskinan. Salah satu solusinya, kerja sama semua pihak secara berkelanjutan.

Ia mencontohkan, untuk meningkatkan kesejahteraan petani, bukan hanya pemberian pupuk subsidi. Namun, berikan edukasi bagi petani pemilihan bibit yang bagus, berikan bantuan bibit, berikan edukasi dari sisi pemeliharaan, berikan solusi bagaimana pemasarannya, sampai bagaimana teknik pengemasannya dengan sentuhan teknologi.

“Saya yakin, jika ini dilakukan seluruh dinas, maka bukan tidak mungkin produksi beras akan berlimpah, harga pun bisa bersaing, kalau pemenuhan beras untuk dalam negeri berlimpah, maka kita bisa mengekspornya,” tutur Prof. Dr Ir H Fachrurrozie di hadapan 284 peserta yang hadir.

Ia juga mengingatkan, era saat ini jangan sekali-kali kita yang punya ilmu ini malu melayani rakyat miskin. Karena kita diakui baik di mata Allah SWT, kalau kita bermanfaat bagi orang-orang di sekitar.

“Maka, ayo dengan ide yang kita miliki terus berinovasi. Tularkan ke mereka inovasi itu. Rakyat miskin bisa diberdayakan. Kita ‘sentuh’ bersama-sama, ajak mereka jadi orang-orang yang produktif, dan beri perhatian penuh untuk mereka,” jelasnya.(02)

Rekomendasi Berita