oleh

Unmura Adakan Kuliah Umum Ekonomi Syariah

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Guna meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang ekonomi syariah Program Studi (Prodi) Akuntansi Universitas Musi Rawas (Unmura) mengadakan kuliah umum tentang keuangan syariah. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Prodi Akuntansi Unmura, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Rabu (25/4).

Pemateri tunggal Pemimpin Cabang Bank SumselBabel Syariah, DR Ir M Iqbal J Permana M.Si. Iqbal panggilan akrabnya menjelaskan, pertumbuhan ekonomi keuangan syariah di Indonesia lambat dibandingkan negara-negara yang menggunakan prinsip keuangan ekonomi syariah.

Menurutnya, bank syariah yang diterapkan di Indonesia cenderung melambat dibandingkan bank konvensional.

“Padahal pada prinsipnya antara bank syariah dan bank konvensional sama-sama menghimpun dana dari masyarakat. Bedanya dalam ekonomi syariah dilarang adanya sistem bunga,” jelasnya.

Menurutnya, bank syariah berprinsip berdasarkan Alquran dan Hadist. Riba diharamkan di Alquran surat Al-Baqarah ayat 278 dan 279. Fatwa haram bunga dan prinsip dalam ekonomi syariah ada 3 yakni bagi hasil, sewa dan jual beli, sehingga inilah ekonomi syariah di Indonesia belum sepenuhnya diterapkan dibandingkan negara lain yang berpacu pada prinsip syariah.

“Indonesia memiliki aset ekonomi syariah 3,7% jauh tertinggal dengan negara tetangga seperti Malaysia yang memiliki aset ekonomi syariah sebesar 21,3%,” ungkapnya.

Penggemar Jack Ma mengatakan salah satu arus baru ekonomi syariah adalah kemajuan teknologi adalah seperti adanya sistem Finance Teknologi (Fintech) syariah adanya jual beli online berdasarkan berbasis syariah dan yang sekarang telah bergabung dengan paytren.(AE03)

Rekomendasi Berita