oleh

Ulet Sejak Lajang, Hasilnya untuk Anak Cucu

Belajar Gigih Berwirausaha dari Suheri

Masa tua bahagia, memiliki penghasilan cukup, bisa berbagi dengan keluarga dan tetangga menjadi impian kebanyakan manusia. Begitu juga dengan Suheri, Owner Pemancingan Ikan O Mangunharjo. Bagaimana ia berusaha untuk mewujudkan itu?

Laporan Gery Cipta Sebangun, O Mangunharjo

“Saya suka dengan aktivitas memancing dan mengelola lahan sejak bujangan. Ketika sudah menikah dengan istri saya, Surinawati, saya tetap menekuninya. Kala itu niatnya untuk bertahan hidup. Tapi kini impian saya, semoga apa yang saya ikhtiarkan ini hasilnya juga bisa dinikmati anak cucu kelak,” tutur Suheri, saat kami bincangi di tempat usahanya, pondokan Kolam Pemancingan Desa O Mangunharjo, Sabtu (4/1).

Untuk menuju Kolam Pancing Ikan milik Suheri, anda bisa menempuhnya dengan mobil maupun sepeda motor. Letaknya sangat strategis, sekitar 15 menit dari pusat Kota Lubuklinggau. Di sini, anda bisa memancing ikan sepuasnya, lalu mengolahnya untuk dibakar.

Ikan yang tersedia pun beragam, ada seluang, ikan patin, nila dan gurame. Nuansa alam amat terasa di sini, sebab kanan kiri lokasi pemancingan dinaungi pohon kelapa sawit dengan dahan yang menjuntai. Sehingga anda tak akan kepanasan.

Bagi yang ingin menyantap camilan khas Kecamatan Tugumulyo, Suheri pun menyiapkannya. Seperti keripik tempe, pindang remis, keripik sukun, singkong, pisang dan sebagainya.

Lebih lanjut, bapak kelahiran 10 November 1974 itu dengan rendah hati mengatakan, usahanya dimulai dengan modal seadanya.

“Iya, modal seadanya. Belum sempat iklan, buat banner atau spanduk. Meski begitu, ya jalani dulu aja,” tutur Suheri.

Kini, ia mengelola lebih kurang 1 hektare kolam pemancingan. Tak sedikit relasinya, jadi pelanggan Suheri saat ini.

“Sebelum benar-benar usaha kolam pemancingan, saya sempat bisnis toko bangunan. Alhamdulillah sekarang sudah dipegang keponakan. Oleh karena itu, saya fokus ke kolam pemancingan,” jelasnya.

Suheri berkeyakinan, setiap usaha yang ditekuni tak ada yang sia-sia.

“Ya, hasilnya sudah jauh lebih baik. Meski saya tidak mempunyai ilmu dasar atau keahlian bidang ini (kolam ikan),” terangnya.

Untuk menjalankan usahanya, Suheri dibantu lima karyawan yang masih keluarga. Bahkan Suheri juga memberdayakan tetangga setempat.

“Saya nggak mau sukses sendiri. Harapannya, warga sekitar juga bisa maju. Makanya, kolam-kolam ini juga bisa dipakai tetangga untuk membudidayakan ikan. Mereka pakai lahan kami, nanti sistemnya, kalau berhasil saling bagi saja. Tujuan program ini, supaya masyarakat bisa memiliki pendapatan,” jelasnya. (*)

Rekomendasi Berita