oleh

Ulang Tahun, Klinik Mata Silampari Sriwijaya Eye Center Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

LINGGAUPOS.CO.ID- Perjanjian Kerjasama Klinik Utama Mata Silampari Sriwijaya Eye Centre dengan BPJS Kesehatan Lubuklinggau, Senin (22/3/2021) pukul 10.00 WIB dan Ulang Tahun Klinik Utama Mata Silampari Sriwijaya Eye Centre Lubuklinggau Ke-1 Tahun di Meeting Room Klinik UM SSEC Lubuklinggau.

Acara dihadiri Komisaris Utama Klinik, dr H Abdul Karim Ansyori, Direktur dr Wini Putria Marindah, Kepala BPJS Lubuklinggau Hari Nurdiansyah, Kepala Dinas Kesehatan Lubuklinggu, Cikwi dan Ketua IDI Lubuklinggau, Febri Dian Firmansyah.

Komisaris Utama Klinik Utama Mata SSEC, dr Abdul Karim Ansyori mengatakan,” Kegiatan ini semula dijadwalkan berbarengan dengan acara launching yang bertepatan dengan Milad pertama pada 23 Maret 2021. Namun terhalang larangan berkumpul dan berkerumun. Padahal undangan sudah tersebar termasuk mengkondisikan kehadiran Gubernur Sumsel, Ketua Ombudsman RI dan Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe.

“Kami selalu ingin mendekatkan diri kepada masyarakat, memberikan pelayanan kesehatan dengan standar terbaik. Kami datang dengan SDM piawai dan ketersedian peralatan, sarana dan faskes memadai, khususnya untuk pelayanan katarak karena pasiennya yang mendominasi,”ungkap Ansyori.

Ia menambahkan, angka kebutaan akibat katarak terus meningkat termasuk di Sumsel yang saat ini mencapai 2,8 persen. Padahal pemerintah menargetkan angka kebutaan ini terus ditekan setiap tahun.

“Selama ini, klinik sudah dibuka namun hanya pelayanan umum. Dengan kerjasama ini, kedepan kami akan menjadikan Klinik UM SSEC paling diminati. Bahkan hal itu sudah kami siapkan. Keberadaan kami di Lubuklinggau ini sekaligus menciptakan turis kesehatan, bisa menjangkau pasien lima kabupaten tetangga,” kata Ansyori

Sementara itu Kepala BPJS Lubuklinggau, Hari Murdiansyah dalam sambutannya menjelaskan, untuk program kerjasama pelayanan JKN KIS ini melibatkan banyak stakeholder diantaranya pemerintah, instansi terkait dan organisasi profesi kesehatan diantarnya Dinkes dan IDI. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan kehati-hatian dalam mengelola keuangan.

“Disisi lain, pasien harus menikmati faskes dengan standar terbaik. Dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, perlu pula memperhatikan kendali mutu dan biaya. Apalagi BPJS terkendala pada keterbatasan biaya. sumber biayanya berasal dari iuran pemerintah dan peserta,’ungkapnya.

“Kami sangat berterima kasih, proses panjang akhirnya ada titik temu juga, disini ada peran Dinas Kesehatan Lubuklinggau dan IDI Lubuklinggau, program banyak pihak, kesempatan sama memiliki program BPJS KIS, semua terlibat, mohon maaf proses pengajuan sudah lama,”jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Lubuklinggau, Cikwi mengatakan,” Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Klinik Utama Mata Silampari SSEC guna memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kami siap membantu dan bekerjasama demi memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Tentu kami juga berharap klinik ini bisa berjalan dengan baik, terjalin pula kerjasama yang baik dengan BPJS dan semua stakeholder terkait,”kata Cikwi.

Acara ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng oleh Komisaris Utama dan Direktur Klinik Utama Mata SSEC beserta seluruh undangan.(*)

Rekomendasi Berita