oleh

Ulah Anakku Bikin Hidupku Melarat

Namaku sebut saja, Satria (40) seorang pria yang hidup di dalam kebun karet bersama istriku dimana kebun itu milik majikan saya.

Hampir 10 tahun aku bersama istriku hidup di dalam pondok reot di kebun karet di Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas.

Aku bertahan hidup bersama dengan istriku sebagai buruh potong karet, kadang-kadang per bulan hanya mendapatkan uang hasil jual sejumlah Rp 500 ribu sedangkan sisanya harus disetorkan kepada pemilik kebun.

Namun yang menjadi bersyukur diizinkan bertempat tinggal didalam kebun karet miliknya maklum saja tidak mempunyai tanah untuk membangun pondok ataupun rumah.

Awalnya aku bersama dengan istriku bisa dikatakan masyarakat yang mempunyai harta dan uang. Namun tiba suatu saat harta dan uangku telah habis akibat kelakuan anak-anakku yang suka berfoya-foya akibat pergaulannya hingga akhirnya kehidupanku menjadi berubah drastis.

Rumah terjual, harta habis begitu juga dengan uang semuanya habis akibat perlakuan anak-anakku dan yang lebih parah yakni hampir setiap hari ada orang yang datang ke rumah untuk menagih utang dari anak-anakku.

Hingga akhirnya aku dan istriku hidup di dalam kebun karet milik orang lain, sedangkan anak-anakku hingga kini tidak tahhu di mana keberadaannya.

Saat ini aku hanya berharap semasa hidupku bersama dengan istriku untuk selalu diberikan rezeki yang halal serta diberikan umur yang panjang agar bisa berbuat baik semasa sisa hidupku.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita