oleh

Uang Rp 262 Juta Ludes Terbakar

Kebakaran Depan Lippo Plaza

LINGGAU POS ONLINE, TABA JEMEKEH – Isak tangis keluarga Ca Wai Kin atau Hermansyah (68) pecah, ketika tahu api melalap di lantai 3 rumahnya. Tepat di depan Lippo Plaza, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, pukul 08.15 WIB Senin (11/12).

Owner Mie Ayam 24 jam Johan Rudi ini tak menyangka, uang tunai Rp 262 juta hasil usaha dan jual tanah di Palembang juga ikut ludes dilalap ganasnya si jago merah.

“Kejadiannyo pukul 08.15 WIB, saat itu mati lampu jadi kami ngidupin jenset. Seketika kami melihat ada api dan warga juga sudah ramai mengatakan api-api. Ketika kami ke atas, ternyata api sudah besar, dan menghanguskan uang sebesar Rp 262 juta,” cerita Hermansyah kepada Linggau Pos, Senin (11/12).

Bersama anak-anaknya, Johan dan Rudi dibantu oleh warga langsung berusaha memadamkan api, sebelum anggota pemadam kebakaran dan kepolisian datang. Pihaknya juga dibantu oleh Managemen Lippo Plaza yang menyalurkan air dalam jumlah yang cukup besar.

“Di lantai tiga itu tidak ado apo-apo, di atas itu tempat kami meletakkan barang-barang yang tidak terpakai lagi, seperti kulkas rusak, krans minuman botol, sampah plastik. Memang, saat kejadian mati lampu, jadi kami menghidupkan mesin genset, posisi mesin gensetnya di bawah lantai dasar. Tidak berselang lama, genset hidup, dalam sekejap api langsung menghabiskan uang yang rencananya hari ini (kemarin,red) akan kita setor ke bank,” paparnya.

Dari kejadian ini, Hermansyah berharap pemerintah dapat membantu usahanya kembali.

“Uang Rp 262 juta tersebut hasil jual tanah di Palembang, kemudian hasil usaha mi ayam ini. Karena, mi ayam Johan Rudi ini sudah cukup banyak pelanggannya. Tapi ternyata dapat musibah seperti ini. Semoga pemerintah dapat memberikan bantuan,” harapnya.

Sementara itu, Kapolsek Lubuklinggau Timur, AKP Hadi S mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait sumber api penyebab kebakaran. Namun, penyelidikan tersebut dilakukan, ketika ada laporan dari pemilik usaha mi ayam ini.

“Penyelidikan tergantung laporan dari pihak korban kebakaran, namun dari hasil tim di lapangan, kalau kerugiannya berkisar Rp 262 juta. Tim yang diturunkan cukup banyak mulai dari Intel, Reserse, Binmas, Satlantas, keseluruhan ada 40 personel,” tuturnya.

Menurut Hadi, untuk memadamkan api butuh waktu hingga setengah jam, karena kekompakan antara tim Damkar dan masyarakat dalam memadamkan api.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, H Kgs Effendi Ferry melalui Kepala Seksi Operasional Pemdam Kebakaran dan Pengendalian Operasional, Basirudin mengatakan tim yang diturunkan sebanyak 75 personel.

“Kita butuh waktu satu jam setengah untuk memadamkan api, ini dikarenakan kesulitan medan. Akibat lokasi bangunannya yang bertingkat, sehingga akses ke titip api itu cukup sulit,” ungkap Basirudin.

Titik api sendiri berada di lantai tiga, di mana dari hasil pengecekan lantai tiga tersebut digunakan tempat gudang.

“Ada enam unit mobil Damkar yang kita turunkan dalam memadamkan api ini. Untuk suplai airnya dibantu oleh Managemen Lippo Plaza, supaya kejadian ini tidak terjadi lagi, kita minta agar pemilik ruko bertingkat memiliki alat yang protektif, minimal Alat Pemadam Kebakaran (APAR) sementara. Jangan sampai ini terjadi lagi, karena lokasinya berada di pusat kota. Kita khawatir nanti kalau tidak safety, maka kejadian seperti ini akan terulang,” pintanya.

Dengan kejadian ini, kejadian kebakaran di Lubuklinggau sepanjang Januari-Desember 2017 sudah 23 kasus. Mayoritas terjadi di wilayah padat penduduk di Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan Lubuklinggau Timur II. (12/05)

Berita Terkait : Dewan Desak PLN Turun

Komentar

Rekomendasi Berita