oleh

Uang PT Adira Digunakan untuk Foya-foya

LUBUKLINGGAU – Berakhir sudah pelarian Awang Purwanto alias Awong (34) warga Jalan Soekarno Hatta RT 03 Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Lubuklinggau Utara I.

Mantan karyawan PT Adira cabang Lubuklinggau masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) kasus penggelapan uang Rp745.385.000, berhasil diamankan unit Pidana Khusus (Pidsus) Satuan Reskrim Polres Lubuklinggau, Jumat (18/1).

Tersangka ditangkap berdasarkan LP Nomor : LP-B/004/I/2018/Res Llg tanggal 4 Januari 2018 sekitar pukul 04.29 WIB tak lama turun dari mobil saat hendak menuju rumahnya.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono melalui Kasat Reskrim, AKP Rivow Lapu didampingi Kanit Pidsus, Iptu Nyoman menjelaskan, penangkapan tersangka berdasarkan laporan Boby Fizer (37) karyawan PT Adira Cabang Lubuklinggau.

Kronologis kejadian Selasa, 2 Januari 2018 sekitar pukul 10.20 WIB, di Kantor Adira Cabang Lubuklinggau di Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, tersangka menerima uang dari Nely Puspita selaku HO Rp745.385.000.

Nely meminta uang tersebut disetorkan ke bank Danamon. Namun setelah keluar dari kantor, tersangka membawa kabur uang tersebut untuk kebutuhan pribadi.

“Saat kita periksa tersangka mengaku setelah menerima uang Rp745.385.000 dari kantor membawanya ke pondok di belakang rumah. Selanjutnya uang tadi dibawa kabur ke luar kota,” jelas Nyoman.

Ditambahkan Nyoman, sejak kabur dari Kota Lubuklinggau, keberadaan tersangka selalu berpindah-pindah. Menurut pengakuan, tersangka pernah kabur ke Bali, Pekan Baru dan bahkan pernah ke Tebing Tinggi.

“Kalau pengakuan tersangka, uang yang dibawanya kabur habis untuk berfoya-foya (bersenang-senang),” tegas Nyoman.

Mengenai saldo rekening tersangka di bank, Nyoman mengaku dari pengakuan tersangka sudah tidak ada lagi. Namun pihaknya masih akan terus melakukan pengembangan pemeriksaan.

“Keterangannya (tersangka) banyak tidak masuk akal. Tersangka mengaku uang dihabiskan ke Bali untuk bersenang-senang tapi waktu ditanya daerah yang dikunjungi di Bali malah tidak tahu,” ucap Nyoman. (blc)

Rekomendasi Berita