oleh

Tutup Permanen Sumur Minyak Ilegal

Terdapat 8 Sumur Bor

LINGGAU POS ONLINE, RAWAS ILIR – Usai mengecek lokasi Sumur Minyak Ilegal yang terbakar, Minggu (21/1) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Alfirmansyah akan membuat laporan. Lalu menyampaikannya kepada Bupati Muratara, H Syarif Hidayat. Agar ada penanganan teknis dalam pembinaan dan penertiban agar sumur ilegal dapat ditutup permanen.

“Tentunya dengan berkoordinasi bersama SKK Migas-KKKS SRMD agar kejadian tidak terulang lagi,” jelas Alfirmansyah, kepada Linggau Pos, kemarin.

Peninjauan tersebut langsung dipimpin oleh Kepala DLHP Kabupaten Muratara, H Alfirmansyah bersama jajarannya didampingi pihak PT Serelaya Merangin Dua (SRMD), Senin (22/1).

Alfirmansyah mengungkapkan, kendati kondisi api sudah padam, pihaknya meminta agar SRMD melakukan penyemprotan air di lokasi kebakaran dan sekitarnya untuk mengantisipasi adanya gas dan bara api yang bisa berpotensi kembali terjadinya kebakaran.

“Kami minta pihak SRMD segera melakukan penyemprotan air di lokasi kebakaran dan sekitarnya untuk mengantisipasi adanya gas dan api,”ucapnya kemarin.

“Rencana besok kami naikkan laporan tertulis ke Bapak Bupati dan kami juga meminta pelaksanaan recovery terhadap tumbuhan-tumbuhan yang rusak dengan cara penanaman bibit pohon baru,” sebutnya.

Ditambahkannya, Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan agar lokasi dapat di sterilkan dari kegiatan ilegal drilling pihak berkoordinasi dengan pihak keamanan TNI dan Polri.

Imbauan, diminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan pengeboran dan menjaga agar tumbuhan tetap baik, serta lingkungan lestari agar tidak tercemar.

“Dari pengamatannya, di lokasi kebakaran, terdapat 8 sumur minyak mentah, tapi untuk jumlah keseluruhannya sama dengan data yang lama, sekitar 40 sumur,” bebernya. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita