oleh

Tuntut Pembebasan Ustad Dzulkifli

Siapkan Tim Pengacara Pembelaan

LINGGAU POS ONLINE, RUPIT – Sebagai dukungan moral terhadap Pimpinan MA, MTs At Tauhid An-Nur Desa Maur Lama Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Dzulkifli yang saat ini ditahan oleh Polres Musi Rawas, puluhan santriwan dan santriwati dan para orang tua serta wali turun ke Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di depan Simpang Maur.

Aksi turun ke jalan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dilakukan dengan pemortalan Jalinsum dengan pembakaran ban dan kayu, akibatnya kemacetan tidak terelakkan kurang lebih tiga jam, bahkan para santriwan dan masyarakat setempat melakukan Salat Jumat di lokasi demo.

Dari pantauan Linggau Pos aksi yang mengatasnamakan masyarakat, sehingga tidak ada koordinator atau pimpinan massa.

Mereka menuntut agar Ustad Dzulkifli dibebaskan, sebab antara kedua belah pihak telah berdamai sehingga tidak perlu lagi dilakukan penahanan.

Untuk itulah massa meminta agar Ustad Dzulkifli dibebaskan, setelah kurang lebih empat jam, yakni kurang lebih pukul 13.00 WIB akhirnya massa membubarkan diri dan memperbolehkan kendaraan untuk melintas kembali.

Adapun kesepakatan dalam rapat di Balai Desa Maur antara Pemerintah Daerah yang dihadiri oleh Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan, Polsek Rupit, Koramil Rupit, Pihak kecamatan, pihak pengacara Ustadz Dzulkifli, Pemerintah desa Maur Baru dan Maur Lama serta tokoh masyarakat setempat yakni bersama pemerintah mengawal proses persidangan nantinya.

Kapolres Musi rawas, AKBP Pambudi melalui Kapolsek Rupit AKP Yulfikri mengatakan untuk persoalan Ustadz Zulkifli, proses sudah berjalan P21, sehingga sudah beralih dari pihak kepolisian ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau.

Dijelaskannya, saat ini tinggal menunggu proses persidangan, karena sudah ditangani pihak kejaksaan, jadi semua pihak harus menghormati proses hukum yang sudah berjalan.

“Kita bersyukur masyarakat mengerti sehingga mau membuka jalan dan mempersiapkan pengacara untuk pengawalan persidangan, Kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengerti situasi saat ini dan tidak melakukan hal yang sifatnya mengganggu ketertiban umum, yang berakibat merugikan masyarakat banyak,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Rupit, Eko Hama mengatakan untuk selanjutnya masyarakat menyerahkan kepada tim pengacara ustad Dzulkifli dengan meminta bantuan Pemerintah daerah kabupaten Muratara.

“Alhamdulillah kondisi saat ini sudah kondusif, masyarakat bersama tim pengacara untuk melakukan proses pembelaan terhadap Ustad Zulkipli, lantaran beliau merupakan aset desa setempat yang telah berkoordinasi dan berbuat kepada masyarakat setempat,” imbuhnya. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita