oleh

Tunggu Anak Pulang Sekolah, 4 Orang Tertimpa Pohon Tumbang, 2 Tewas

LINGGAU POS ONLINE – Angin kencang melanda Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu Rabu (11/9/2019) sekira pukul 12.30 WIB menumbangkan pohon dadap berdiameter 1 meter di Jalan Sukowati depan SMPN 2 Rejang Lebong. Akibatnya empat orang tertimpa pohon yang roboh menutup jalan.

Semua korban langsung dievakuasi ke RSUD Curup. Dua orang korban yakni Erna (47) warga Desa Teladan Kecamatan Curup Selatan, Rosita (38) warga Desa Tasik Malaya, Kecamatan Curup Utara, meninggal tewas.

Sementara korban luka-luka dan masih dirawat di RSUD Curup atas nama Salfa Sabila (10) putri dari Rosita dan Safitri (35) warga Asrama Brimob Curup.

Direktur RSUD Curup Asep Setia Budiman melalui Kabid Pelayanan Sopan Wahyudi dikonfirmasi membenarkan adanya dua pasien yang dibawa ke rumah sakit dan meninggal dunia namun sudah dibawa ke rumah duka.

Korban pertama meninggal yakni Erna diduga mengalami luka pada bagian kepala dan tubuh lainya. Saat ini sudah dibawa ke rumah duka di Desa Teladan. Sementara sekira pukul 16.00 WIB Rosita yang sempat kritis meninggal dunia diduga karena mengalami luka di bagian kepala dan dibawa pulang ke rumah duka.

Menurut keterangan Wati, warga BTN Air Bang Curup Tengah saat itu dia berada di sekitar lokasi kejadian. Namun berhasil menyelamatkan diri lantaran sempat lari saat pohon tumbang. “Saya kebetulan sempat lari, jadi tidak kena,”tutur Wati saat dibincangi di halaman rumah sakit.

Wati menceritakan, saat itu dirinya bersama korban lain sedang menunggu anak-anak pulang sekolah di SMPN 2 Rejang Lebong. Sembari menunggu anak pulang sekolah, mereka memarkirkan kendaraan dipinggir jalan dan duduk di atas trotoar.
“Ada yang duduk di trotoar ada juga yang diatas motor, memang waktu roboh tidak ada tanda-tanda, tiba-tiba ada bunyi, pohon langsung tumbang,” tuturnya.

Pada saat itu, diakui Wati, memang angin berhembus kencang. Saking paniknya dia tidak tahu siapa yang tertimpa karena langsung lari menjauh dari pohon.

Menurut Wati, luka yang dialami Safitri sebenarnya bukan karena tertimba pohon. Melainkan dirinya terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri. Namun, tambahnya, Motor Jenis Yamaha Mio J dengan nomor Polisi BD 1505 DC milik Safitri tertimpa batang pohon.

“Itu motor yang tertimpa adalah motor ibu Safitri, saya tidak tertimpa karena saat mengetahui pohon roboh saya langsung lari. Kalau Bu Safitri mungkin karena syok ia terjatuh sehingga terluka,” tambahnya.

Kepala BPBD Kabupaten Rejang Lebong Basuki dikonfirmasi di lokasi kejadian memaparkan, tumbangnya pohon tersebut diduga karena sudah lapuk. “Mungkin posisi batangnya sudah lapuk, ditambah kena angin kencang jadi roboh. Kami minta warga tetap berhati-hati, karena saat ini memang kondisi angin cukup kencang,” imbuh Basuki.

Pasca pohon tumbang, sejumlah petugas baik dari BPBD, DLH, PMI,Damkar, TNI-Polri melakukan evakuasi. Pohon yang menutup jalan tersebut membuat arus lalu lintas macet. Meski tak lama kemudian lalulintas kembali normal.

Wakil Bupati Rejang Lebong Iqbal Bastari yang sempat melihat para korban saat menjalani perawatan di RSUD Curup menyampaikan ucapan belasungkawa dan meminta keluarga korban untuk tabah atas kejadian yang terjadi tersebut.

“Kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, ini merupakan musibah. Kita selamatkan dulu korban yang mengalami luka-Iuka dan kita tidak usah menyebarkan hal-hal yang negatif,” kata dia.

Adanya kejadian pohon tumbang yang memakan korban jiwa di daerah itu, dia memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rejang Lebong agar segera mengecek seluruh pohon pelindung yang ada di pinggir jalan di wilayah itu. Pohon yang berpotensi membahayakan agar segera ditebang.(*)
Laporan Samsul Ma’arif

Rekomendasi Berita