oleh

Tunggakan Peserta BPJS Kesehatan Rp32 Miliar

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Tunggakan iuran peserta dari Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Lubuklinggau tembus Rp32 miliar. Data itu, merupakan kalkulasi tunggakan per September 2018.

Hal ini disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau, Eka Susilamijaya kepada Linggau Pos, Senin (8/10).

Ia menjelaskan, tunggakan itu akumulasi dari tiga kelas perawatan. Rinciannya, kata dia dari pasien kelas I, di Kabupaten Empat Lawang ada 1.814 orang menunggak. Total tunggakan peserta kelas I ini mencapai Rp1,7 miliar. Sementara di Kota Lubuklinggau, ada 3.873 peserta kelas I nunggak, totalnya Rp3,3 miliar. Lalu di Kota Pagaralam, ada 1.284 peserta kelas I nunggak, totalnya sampai Rp1,1 miliar. Belum lagi di Kabupaten Lahat 3.679 peserta BPJS Kesehatan kelas I nunggak sampai Rp3,2 miliar. Lalu, Kabupaten Musi Rawas ada 2.126 peserta kelas I nunggak mencapai Rp1,8 miliar. Di Kabupaten Muratara ada 1.490 peserta kelas I nunggak, sampai Rp1,2 miliar.

Oleh karena itu, untuk pasien Kelas I, II maupun III, Eka berharap ada kesadaran untuk membayar iuran secara rutin, sehingga tidak menyebabkan tunggakan.

“Apabila ada peserta BPJS Kesehatan yang tidak rutin membayar, kami akan kesulitan membiayai peserta lain yang membutuhkan biaya besar untuk pengobatan mereka,” jelas dia.

Ia juga menerangkan, mekanisme iuran ini kebijakan pemerintah pusat dengan mengedepankan prinsip gotong royong dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat.

“Pemerintah membuat regulasi ini berdasarkan prinsip gotong royong membantu sesama. Jadi, saya berharap ada kesadaran masyarakat untuk membayar iuran rutin demi membantu sesama warga yang membutuhkan anggaran ini,” jelas dia.(rrf)

Rekomendasi Berita