oleh

Tumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Disabilitas

Dwi Tugiantoro, Kepala SLBN Musi Rawas
“Peserta didik kami ini ada 115 orang.  Yang menimba ilmu di TKLB, SDLB, SMLPB dan SMALB. Meski jumlah siswanya banyak, gurunya hanya 8 yang PNS. Sisanya ada 14 masih honorer…”

LINGGAU POS ONLINE, G1 MATARAM – Pentas Seni Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memeriahkan Peringatan Hari Disabilitas Internasional di SLBN Musi Rawas, Rabu (20/12).

Acara yang dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Rawas, dr Hj Noviar Marlina Gunawan ini juga diwarnai dengan pameran seni dan pameran prestasi juga donor darah.

“Kami berharap acara ini setiap tahun masuk agenda Pemkab Musi Rawas. Karena banyak penyandang disabilitas yang sebenarnya belum dilibatkan dalam kegiatan ini. Kepada Pemkab Musi Rawas, tolong terima kami dengan keunikan kami ini (ABK,red),” ungkap Ketua Pelaksana Peringatan Hari Disabilitas Internasional, Anastasia, kemarin.

Acara yang diselingi penampilan Tari Putri Rias oleh Ana dan kawan-kawan, Tari Burung Perkutut oleh Dwiki Permana, pantomim serta Tari Meumere itu membuat Ketua Tim Penggerak PKK terkesan.

Oleh karena itu, ia secara langsung di hadapan tamu undangan menyampaikan kabar gembira.

“Ini pesan pak bupati. Jadi mulai hari ini (kemarin,red) SLBN Musi Rawas bisa menggunakan mobil dengan status pinjam pakai dengan penanggung jawabnya Dinas Sosial,” jelas dr Hj Noviar Marlina Gunawan.

Bahkan, Hj Noviar juga memberikan apresiasi dengan meminta anak SLBN Musi Rawas tampil di setiap kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Musi Rawas.

Apa yang disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK itu menjadi kesyukuran bagi Kepala SLBN Musi Rawas, Dwi Tugiantoro yang sejak lama memang mengusulkan untuk bisa mendapatkan mobil untuk operasional antar jemput anak didik SLBN Musi Rawas.

“Hari ini (kemarin,red) saya sangat terharu. Sejak 2006 berdiri. Baru kali ini acara SLBN Musi Rawas dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Musi Rawas. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada BLHD yang setiap memperingati Hari Lingkungan Hidup selalu mengundang kami. Alhamdulillah  hasilnya tahun ini Juara 1 Tingkat Kabupaten Musi Rawas dan Juara Harapan III Tingkat Sumsel kategori umum. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada   Pak Ahmadi yang setiap HAN kami diundang tampil ke Auditorium Pemkab Musi Rawas,”  imbuhnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pelatih tari dan pelukis yakni Suparyono dan Jaya yang  dengan tekun mendidik seni lukis di SLBN Musi Rawas.

“Hasilnya, anak-anak kami membawa nama harum lokal, provinsi dan nasional. Buktinya, berkat binaan Pak Jaya anak kami tahun 2014 bisa mengikuti Lomba Tari Kreasi Daerah di Lombok, dan masuk 10 besar nasional,” imbuhnya.

Dwi Tugiantoro menyadari, Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember  2017.

“Memang kalau peringatan yang hari-hari lain jauh-jauh hari sudah sibuk mengadakan lomba. Tapi untuk Peringatan Hari Disabilitas Internasional nyaris tidak terdengar. Oleh karena itu kami (wali siswa dan guru,red) dengan semangat  menyelenggarakan acara ini,” jelas Dwi.

Ia meyakini, acara tersebut bisa menumbuhkan rasa percaya diri. Dengan begitu prestasi bisa diraih.

“Peserta didik kami ini ada 115 orang.  Yang menimba ilmu di TKLB, SDLB, SMLPB dan SMALB. Meski jumlah siswanya banyak, gurunya hanya 8 yang PNS. Sisanya ada 14 masih honorer,” terang Dwi lagi.

Ia berharap dengan diselenggarakannya Peringatan Hari Disabilitas Internasional bisa menggugah pemerintah juga masyarakat Musi Rawas khususnya, untuk memberikan semangat dan mendukung pengembangan potensi ABK di sekitar kita.

“Karena ABK ini juga memiliki hak untuk berkarya dan berprestasi,” jelasnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita