oleh

Tukang Potong Rambut Divonis Lima Tahun Penjara

LINGGAU POS ONLINE – Rusmanto alias Man (40) divonis lima tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Selasa (17/9) sekitar pukul 11.30 WIB.

Warga Jalan Garuda RT 04 Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I itu berhadapan dengan Majelis Hakim Siti Yuristya Akuan SH didampingi Anggota Hakim Fedinaldo H Bonodikun SH, Andi Barkan Mardianto SH dan Panitera Pengganti (PP) Zainal Abidin Kamal S.Sos.

Vonis dijatuhkan seberat itu karena Rusdianto terbukti bersalah melanggar Pasal 82 Ayat (2) Undang-Undang (UU) RI No.17 Tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 76E UU RI No.35 Tahun 2014 dalam dakwaan tunggal.

Hal yang memberatkan, Siti menyatakan perilaku terpidana dapat meresahkan masyarakat, dan perbuatan terdakwa mengakibatkan korban menjadi trauma. Sedangkan hal-hal yang meringankan, terpidana selama menjalani persidangan dirinya mengakui perbuatannya, belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya.

Dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim bertanya ke terpidana, “Saudara Rusmanto, barusan dari pihak majelis sudah memberikan putusannya, sekarang bagaimana menurut anda, terima atau pikir-pikir,” jelas Siti.

Terpidana sempat diam sejenak. Lalu Rusmanto menerima putusan dengan menganggukkan kepala. Kemudian Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rodianah SH juga menerima putusan dari Majelis Hakim.

Ketua Majelis Hakim Siti mengetuk palu peradilan tiga kali tanda sidang telah usai, dan terdakwa dibawa kembali ke sel pengadilan.

Pada sidang sebelumnya, Rusmanto dituntut JPU Rodianah tujuh tahun penjara, dengan denda Rp 60 juta.

Rusmanto mengajukan pembelaan atau pledoi dengan pengakuan menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Saat pledoi, dari JPU tetap pada tuntutannya.

Kejadian yang menyeret tersangka, Minggu 21 April 2019 sekitar pukul 16.30 WIB Rusmanto sedang bekerja sebagai pemotong rambut.

Tidak lama dari itu, korban DK hendak memotong rambut ke tempat Rusmanto. Sampai di toko, korban duduk di tempat biasa untuk pelanggan cukur. Lalu terpidana memotong rambut korban. Setelah itu, DK meminta izin kepada Rusmanto untuk numpang cuci kaki, karena kaki DK kotor saat di perjalanan dirinya terjatuh dari motor.
Terpidana mengizinkan. Setelah itu, korban mengelap kakinya, pada waktu yang bersamaan datanglah Rusmanto dari belakang sambil mengajak, “Ayo kita main lagi,”.

Mendengar hal itu, korban pun langsung menolak tawaran Rusmanto. Rusmanto yang sudah habis akal, mencoba merayu korban, “Ayolah, kalau kamu mau nanti tidak usah membayar potong rambut tadi,” kata Rusmanto. Dan korban merasa tidak senang.

Atas kejadian tersebut korban pun melaporkan kejadian ini ke keluarganya. Dan Rusmanto pun diamankan petugas kepolisian.

Laporan Gery Cipta Sebangun

Rekomendasi Berita