oleh

Tujuh Nyawa Melayang di Penghujung Tahun

Kasus Pembunuhan Terjadi di Kabupaten Rejang Lebong

Tak berselang lama, tujuh nyawa melayang akibat dibunuh bandit. Motifnya bermacam-macam ada karena dendam, perampokan hingga sakit hati.

Laporan Syamsul Ma’arif, Curup

Entah apa yang ada di benak para pelaku pembunuhan. Sehingga dengan mudahnya menghilangkan nyawa seseorang. Apa karena sakit hati, dendam, murni perampokan atau motif lainnya. Namun, data berhasil dihimpun Linggau Pos, sejak pertengahan bulan November hingga pertengahan Desember 2017 ini setidaknya ada tujuh nyawa melayang.

Ketujuh korban ini mayoritas kehilangan nyawa dengan sejumlah luka baik luka benda tumpul maupun Senjata Tajam (Sajam) hingga korbannya harus bersimbah darah. Peristiwa berdarah pertama kali terjadi pada Selasa (14/11) sekitar pukul 24.30WIB.

Dua korban yang masih dalam satu keluarga harus tewas mengenaskan di dalam pondok kebun kopi miliknya sendiri. Kedua korban yakni Ahmad Saidina (60) warga Tebat Pulau dan Endang (48) warga Kabupaten Lebong yang kebetulan sedang bermain ke pondok keluarganya.

Keduanya tewas dengan sejumlah luka benda tumpul dan senjata tajam. Aksi tersebut diduga dilatarbelakangi karena dendam. Tak lama kemudian beberapa pelaku berhasil diamanakan dan saat ini sudah diamankan di Polres Rejang Lebong.

Peristiwa pembunuhan kedua menimpa Eka Mia (35) warga Jalan Sukowati Kelurahan Talang Rimbo Lama, Kecamatan Curup Tengah pada Rabu (15/12) malam. Selain Korban Eka, bayi dalam kandungannya berumur sekitar 8 bulan ikut terbunuh.

Ternyata, pelakunya merupakan orang dekat yang dikabarkan merupakan suami sirih yang diamankan selang beberapa jam pasca kejadian. Korban bersama bayinya harus merenggut nyawa dengan penuh luka senjata tajam baik di bagian punggung, dada, perut dan beberapa bagian lainnya.

Peristiwa tersebut terjadi di jalan umum kelurahan Air Rambai Curup berada di depan usaha sang korban. Diduga, pelaku nekat membunuh istri sirinya karena sakit hati. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Rejang Lebong.

Selanjutnya, peristiwa pembunuhan menimpa Arbi (27) warga kelurahan Air Putih Curup. Korban harus meregang nyawa setelah ditusuk di bagian pinggang oleh pelaku yang juga sudah diamankan di Mapolres Rejang Lebong.

Aksi nekat pelaku, diduga karena dendam setelah sebelumnya sempat berselisih paham antara keduanya. Sementara itu, peristiwa berdarah tersebut terjadi pada tanggal 10 Desember 2017 sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Terakhir, peristiwa yang memilukan kembali terjadi. Kali ini dua Pasutri meregang nyawa di rumahnya di kawasan Desa Cawang Lama Kecamatan Selupu Rejang, Selasa (12/12) ditemukan keluarganya pagi hari sekitar pukul 07.00WIB.

Saat ditemukan, keduanya tewas bersimbah darah penuh luka di badannya baik akibat senjata tajam maupun benda tumpul. Keduanya korban Pasutri yakni Zailani (72) dan Hajima (68). Saat ditemukan, Zaini tergeletak di lantai dengan diselimuti kain.

Sementara sang istri Hajima ditemukan tewas di dalam kamar dengan sejumlah luka. Peristiwa kali ini masih tanda tanya apakah karena dendam atau karena murni perampokan. Kedua korban dikabarkan merupakan tokoh masyarakat sekaligus tauke kopi dan beras pemilik heler padi.

Informasinya, uang sebesar sekitar Rp 91 juta dan emas masih ditemukan pihak keluarga di rumahnya. Namun, kabar beredar ada laci yang biasa tempat penyimpanan uang oleh korban terlihat kosong. Polisi, saat ini masih memburu para pelaku sadis ini dengan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Kita masih melakukan penyelidikan, begitu juga motifnya belum diketahui,” jelas Kapolres Rejang Lebong, AKBP Napitupulu Yogi.

Banyaknya nyawa melayang di penghujung tahun ini mendapat tanggapan warga.

“Kok gampang nian ya menghilangkan nyawa orang, kok tega membunuh?” tutur Ari (32) warga Talang Rimbo Curup, balik bertanya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita