oleh

Trump Ancam Hancurkan Ekonomi Turki Jika Menyerang Kurdi

AS – Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan Turki secara ekonomi, jika menyerang pasukan Kurdi di Suriah di tengah rencana penarikan pasukan AS. Pasalnya, pasukan AS telah berperang bersama milisi Kurdi di Suriah utara melawan kelompok Negara Islam (IS).

Dalam dua tweet pada hari Minggu, Trump juga meminta pasukan Kurdi tidak memprovokasi Turki. Namun, Turki menganggap Unit Perlindungan Rakyat (YPG) sebagai teroris.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, saat ia melakukan tur di Timur Tengah untuk meyakinkan sekutu AS di wilayah tersebut.

Dia mengatakan, membela keputusannya untuk menarik pasukan, dengan mengatakan setiap pejuang IS yang tersisa dapat diserang dari udara.

“Tapi dia tidak mengatakan bagaimana ekonomi Turki akan menderita jika menyerang YPG,” kata Pompeo, seperti dilansir laman BBC.

Kata Pompeo, AS memang pernah memberlakukan sanksi dan tarif perdagangan pada Turki pada Agustus, di tengah perselisihan tentang pendeta AS yang ditahan – berkontribusi terhadap penurunan tajam nilai lira Turki. Pastor Andrew Brunson dibebaskan pada bulan Oktober.

Presiden juga mengatakan bahwa Rusia, Iran dan Suriah telah menjadi penerima manfaat terbesar dari tindakan AS di Suriah dan sudah waktunya untuk membawa pulang tentara Amerika.

Sementara itu, Presiden Recep Tayyip Erdogan telah berbicara dengan marah, tentang dukungan Amerika untuk kelompok itu dan bersumpah untuk menghancurkannya.

“Kami telah mengatakan berulang kali bahwa kami tidak akan takut atau dihalangi oleh ancaman apa pun. Anda tidak bisa ke mana-mana dengan mengancam Turki secara ekonomi,” kata Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu.

Dia juga mengkritik metode Trump, dengan mengatakan, Aliansi strategis tidak boleh didiskusikan melalui Twitter atau media sosial.

“Turki mengharapkan AS untuk menghormati kemitraan strategis kami. Teroris tidak bisa menjadi mitra dan sekutu Anda,” kata Juru bicara Presiden Erdogan, Ibrahim Kalin.

Sebelumya, Presiden Trump mengejutkan sekutu dan menghadapi kritik keras di dalam negeri bulan lalu ketika ia memerintahkan pasukan AS untuk segera mulai menarik diri dari sekitar 30% dari Suriah yang dikendalikan oleh aliansi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin YPG.

Selama akhir pekan, Pompeo mengatakan dia telah berbicara dengan Mr Cavusoglu melalui telepon dan optimis, bahwa kesepakatan dapat dicapai dengan Turki untuk melindungi para pejuang Kurdi.

Berbicara di Abu Dhabi, Pompeo mengatakan AS mengakui hak rakyat Turki dan hak Erdogan untuk mempertahankan negara mereka dari teroris.

“Kami juga tahu bahwa mereka yang bertarung bersama kami selama ini layak dilindungi juga,” katanya. (der/fin)

Rekomendasi Berita