oleh

Tri Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

PALEMBANG – Driver taksi online Tri Widiyantoro yang hilang Kamis 15 Februari 2018 ditemukan oleh kepolisian. Suami Rohana itu ditemukan dalam keadaan tewas tinggal tulang belulang di kawasan Tanjung Api-api.

Istri Tri, Rohana, mengaku , terakhir kali berkomunikasi dengan suaminya Kamis (15/2) pukul 11.00 WIB saat sang suami berpamitan untuk berangkat bekerja karena ada orderan. Saat pukul 13.35 WIB, ia masih berbalas pesan singkat dengan sang suami.

Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, ia mengirim pesan singkat tidak dibaca sang suami.

“Saya saya terutama yang kecil rewel terus, bertanya ayahnya. Malam selalu bangun, tetapi ayahnya tidak ada di rumah,” ujarnya lirih.

Terakhir ia mencoba untuk menghubungi suami pukul 16.00 WIB, ponsel sang suami sudah tidak aktif lagi.

Ia berupaya untuk menunggu sampai pukul 23.00 WIB yang biasanya pulang, tetapi tetap tidak pulang dan ponsel sang suami juga tidak aktif.

Biasanya, sang suami dalam sehari pulang dua kali.

Setelah makan, sang suami berpamitan untuk kembali bekerja sebagai driver Go-Car.
Namun, hingga saat ini sang suami sudah tidak dapat dihubungi lagi.

Kata Rohana, Tri Widiantoro mulai jadi Go-Car bulan Juni 2017. Sebelumnya Tri bekerja di farmasi.

*** Anak Bungsu Tri Terus Menangis

Suasana haru terjadi di depan ruang Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Lantaran kedatangan jenazah sopir Tri Widiantoro sedang divisum.

Anak korban Tri Widyantoro yang masih berusia dua tahun tidak henti-hentinya menangis saat sang ibu dipersilakan masuk oleh Pihak Kepolisian untuk melihat tulang belulang suaminya, Jumat (30/3).

Sang istri Rohana yang dipersilakan masuk berjalan gontai tak kuasa bertemu tulang belulang suaminya yang sudah yang ditemukan di Parit VI Sungsang, Banyuasin.

Tidak lama setelah keluar dari ruang Forensik Rohana terlihat berjalan lunglai sambil menggendong sang anak Tsabit (2) yang terus menangis.

Suasana di sekitar ruang Forensik pun penuh dengan shalawatan yang digemakan oleh para pengemudi Gojek dan Go-Car.

“Alhamdulilah rekan kami sudah ditemukan,” ungkap Sidiq (40) seorang pengemudi Go-Car.

***Pelaku Ditembak Mati

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Slamet Widodo tertangkapnya pelaku pembunuhan sopir Go-Car Tri Widyantoro berawal dari penyelidikan lantaran ponsel milik korban dijual di salah satu konter ponsel di mall Internasional Plaza (IP) Palembang.

Dari itu, kemudian anggota pimpinan Kanit I Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel pimpinan Kompol Anthoni Adhi mulai menelusuri kasus ini dan akhirnya berhasil menangkap dua pelaku, berinisial BY dan PM.

Lalu BY dihadiahi 11 peluru saat diringkus anggota Jatanras Polda Sumsel karena
mencoba melarikan diri. Diketahui, PM mencoba melakukan perlawanan pada petugas lalu ditembak mati. PM saat melakukan aksi kejahatan itu, bertugas sebagai eksekutor, sementara BY merupakan otak dari tindak perampokan ini. BY saat ini masih dirawat di IGD RS Bhayangkara, karena mengalami luka.

“Masih ada dua yang belum ditangkap dan masih dalam pengejaran,” ujarnya. (Net)

Rekomendasi Berita