oleh

Travel Umrah Wajib Fasilitasi Suntik Meningitis

Cegah Virus MERS

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Jemaah umrah di Arab Saudi diminta untuk lebih mewaspadai serangan virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Satu korban meninggal Hairil Amla (47) di RSMH Palembang, Kamis (16/11) malam.

Hairil umrah bersama tujuh jemaah lainnya asal Sumatera Selatan (Sumsel). Almarhum sempat dirawat di RS Arab Saudi dan RS di Malaysia, kemudian dibawa pulang ke Palembang. Adanya kasus tersebut, membuat masyarakat diminta mewaspadai virus MERS ini.

Apalagi, menurut penuturan NB salah seorang jemaah yang sudah melaksanakan Umrah, kalau pihaknya tidak disuntik meningitis ketika sebelum berangkat ke tanah suci.

“Bahkan tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak travel, untuk dilaksanakan suntik meningitis. Kami dengan 21 rombongan, tidak ada satu pun yang disuntik meningitis,” ungkap Nb.

Nb mengaku sempat merasa was-was dan bertanya-tanya, mengapa tidak dilakukan suntik meningitis.

“Akhirnya dengan tidak menanyakan kepada pihak travel karena percaya, kami berangkat dengan lillahita’ala saja. Untungnya hingga kembali ke Indonesia, tidak terjangkit virus tersebut,” jelasnya.

Seharusnya ia menambahkan, pihak travel memberitahukan hal ini kepada jemaahnya.

“Untuk itu kami menyarankan kepada pihak travel, untuk memastikan jemaahnya telah disuntik meningitis sebelum bertolak ke Tanah Suci ,” harapnya.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Lubuklinggau, H Hasbi Saidina Ali menjelaskan, Pengusaha Travel wajib memastikan kesehatan jemaahnya. Salah satunya memastikan seluruh calon jemaahnya sudah melakukan suntik meningitis.

“Itu menjadi tanggung jawab pihak travel. Biaya untuk suntik meningitis, Rp 300 ribu,” tegasnya.

Namun bisa jadi, lanjut Hasbi, warga Sumsel yang diduga terkena virus tersebut hanya meminta surat keterangan dari dokter.

“Tapi itu hanya kemungkinan saja. Yang pasti, ini tanggung jawab pihak travel,” ungkapnya.

Untuk calon jemaah umrah, diminta jeli dalam memilih travel.

“Cari yang memang terpercaya dan punya kredibilitas. Pastikan izinnya, biayanya, keberangkatannya serta penginapannya,” imbaunya.

Salah satu agen travel yang banyak diminati masyarakat yakni Arminareka Perdana pun melakukan kewajiban sebagaimana yang disampaikan Kemenag Lubuklinggau.

Agen Armina Reka Perdana Perwakilan Kota Lubuklinggau, Hj Susilawati mengingatkan masyarakat untuk tidak khawatir terhadap virus MERS.

“Kita aman-aman saja, yang jelas dari awal membuka agen umrah 2016 tidak pernah mendapat informasi ada jemaah yang kena virus MERS. Karena jemaah kami jaga keamanan dan kesehatannya. Baik sebelum berangkat ke tanah suci sampai kembali lagi ke Kota Lubuklinggau,” kata Susilawati, kemarin.

Ia menjelaskan, sebelum berangkat jemaah umrah maupun haji yang berangkat bersama Arminareka mendapat fasilitas suntik meningitis. Untuk mencegah para jemaah dari penyakit. Karena cuaca di tanah suci jauh berbeda dengan di Kota Lubuklinggau.

“Jemaah Arminareka juga didampingi tim medis yang siaga menjaga sepanjang perjalanan, jadi apabila jemaah mengalami kurang sehat badan dapat langsung ditangani oleh dokter kita,” jelasnya.

Dari berabagai sumber yang dihimpun, MERS adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan virus Korona. Diduga virus ini berasal dari unta yang terdapat di Arab Saudi dan wilayah jazirah Arab lainnya.
Tercatat 25 negara telah melaporkan kasus MERS CoV.

Di kawasan Timur Tengah, negara itu adalah Iran, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Yaman. Sedangkan untuk kawasan Eropa, negara itu Austria, Perancis, Jerman, Yunani, Italia, Belanda, Turki dan Inggris.

Untuk kawasan lainnya adalah Aljazair, Tunisia, Mesir, Cina, Malaysia, Republik Korea, Filipina dan Amerika Serikat. Untuk lokasi terjadinya kasus, Arab Saudi merupakan negara dengan jumlah kasus terbanyak.

Data WHO pada 15 Juni 2015 menyebutkan kasus MERS CoV telah terjadi sebanyak 1.317 kali dengan 463 di antaranya berujung pada kematian. Meski begitu, langkah antisipatif juga bisa dilakukan oleh setiap jamaah haji dalam melakukan pencegahan terhadap penyebaran MERS-CoV .

Udara panas yang sebagian besar melanda wilayah Arab Saudi, mudah menurunkan daya tahan tubuh jamaah haji. Hal ini semakin memudahkan tubuh mudah terkontaminasi MERS-CoV. Namun, penggunaan masker yang selalu dibasahi dapat mengantisipasi penyebarannya.

Selalu gunakan masker, termasuk saat dalam kerumunan. Cara ini bisa mencegah penularan MERS-CoV melalui batuk yang dikeluarkan oleh jamaah lain.

Selain itu, MERS-CoV juga diidentikkan penyakit yang disebabkan karena faktor ketidakbersihan. Penularan virus ini pun bisa terjadi lewat sentuhan tangan dari orang yang lebih dulu terkena MERS-CoV. Oleh sebab itu, usahakan selalu mencuci tangan menggunakan sabun atau sanitizer. Selain itu, jagalah kebersihan badan, termasuk memilih makanan yang lebih higienis.

Sebaran MERS-CoV juga bisa terjadi melalui perantara hewan. Unta merupakan salah satu hewan yang paling mudah dijumpai di sekitar jamaah haji. Urungkan niat untuk berfoto bersama, sebisa mungkin menghindari hewan berpunuk tersebut. Hal ini untuk meminimalkan penularan MERS-CoV melalui hewan. (09/19)

Komentar

Rekomendasi Berita