oleh

Training dan Outbond Insan Pendidik SDIT-MC, Sukses

SABTU-Minggu 13-14 Januari 2018 keluarga besar SD Islam Terpadu Mutiara Cendekia (SDIT-MC) sukses menggelar kegiatan training dan outbond. Kegiatan tersebut diikuti seluruh pembina Yayasan Pelita Taqwa, guru dan staf dengan menghadirkan narasumber motivator nasional, DR Sarfilianty Anggiani, MM, MBA.

Kegiatan yang bertemakan ‘Bersama Kita Bisa : Membangun Profesionalisme dan Kualitas Pendidikan yang Berkualitas’ ini diikuti 52 peserta yang terdiri dari pembina yayasan Pelita Taqwa, guru dan staf.

Hari pertama, Sabtu (13/1), kegiatan diisi dengan training yang diberikan narasumber DR Sarfilianty Anggiani, dengan berbagai materi mengenai personality unggul, teamwork, pelayanan prima, guru dan staf profesional dalam mendidik dan Mind Maping yakni rencana pengembangan diri dan sekolah.

Sedangkan pada hari kedua, Minggu (14/1), seluruh peserta melaksanakan outbond dengan antusiasnya dan mengikuti berbagai games pengembangan diri bersama DR Sarfilianty Anggiani dan trainer dari DEW Consultant.

Kepada Linggau Pos, DR Sarfilianty Anggiani mengatakan SDIT-MC adalah sekolah yang sangat baik dan mandiri, serta memiliki staf pendidik yang masih muda-muda, kreatif dan untuk berkembangnya jauh lebih mumpuni, tetapi tetap harus kita bina dengan pembinaan personality guru dan metode mereka dalam melaksanakan pembelajaran itu sendiri.

“Jadi menurut saya prospek kedepan SDIT–MC sudah sangat baik, dan besar harapan saya mereka bakal selalu memiliki metode-metode baru dalam mengajar. Harus lebih mumpuni dalam pengetahuan dan mumpuni dalam menjadi contoh atau role model untuk anak didiknya,” ungkapnya.

Lanjutnya, serta menjadi pendidik harus punya niat yang tulus, karena mendidik tidak akan berhasil tanpa niat yang tulus, keinginan yang luhur dan mencintai pekerjaannya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Pelita Taqwa, Ir H Firdaus Aziz mengatakan sengaja mengundang motivator selevel nasional, agar guru-guru SDIT-MC bisa satu persepsi satu tujuan sesuai dengan visi dan misi SDIT-MC.

“Dengan harapan setelah ini mereka benar–benar dapat bekerja, mengabdi dan mendidik serta menjaga kekompakan dan bersama–sama membangun nilai spiritual, moral dan karakter anak-anak didiknya untuk kemajuan sekolah yang berbasis agama ini. Sehingga para anak didiknya dapat menjadi insan yang islami dan berkarakter,” paparnya.

Sementara itu, Kepala SDIT-MC, Abdiansyah Satria mengatakan kegiatan training dan outbond ini dilakukan untuk me-refresh dan me-recharge semangat guru-guru SDIT-MC.

“Agar dapat membangkitkan semangat mereka dalam mengajar, dan akan berdampak baik pada kualitas pendidik yang mana outputnya pada anak-anak didik itu sendiri,” tuturnya.

Anak yang soleh, cerdas dan mandiri adalah output yang dimiliki SDIT-MC.

“Terima kasih juga kepada pihak yayasan yang telah mendukung dengan sangat luar biasa, terus berpikir dalam membantu kami dalam mendidik anak-anak bangsa ini,” ungkapnya.

Galih Hardiansyah, salah satu guru SDIT-MC dan merupakan wali kelas Empat ini mengaku ia bersama teman-temannya sangat senang dengan kegiatan training dan outbond ini.

“Alhamdulillh sangat senang sekali bisa mengikuti kegiatan ini, karena bisa menambah wawasan dan memotivasi diri kami agar kedepannya bisa menjadi guru yang lebih profesional dan berkualitas dalam hal mendidik anak-anak. Dan semoga para pendidik SDIT–MC lebih kompak dan profesional. Serta SDIT-MC menjadi SD panutan di Kota Lubuklinggau maupun di tingkat Nasional,” harapnya.(AE02)

Komentar

Rekomendasi Berita