oleh

Tragis, Pasutri Tewas Mengenaskan

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Warga Desa Cawang Lama, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, heboh. Sekitar pukul 07.00 WIB, Selasa (12/12).

Apa pasalnya? Dua nyawa merupakan Pasangan Suami Istri (Pasutri) ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya.

Belum diketahui persis penyebab Pasutri, Zailani (72) dan Hajima (68) sama-sama warga Desa Cawang Lama meninggal dunia dengan cara tragis.

Dua korban itu dikenal sebagai pedagang dan tauke hasil pertanian. Saat ini peristiwa tersebut masih ditangani Polres Rejang Lebong. Sebelum dimakamkan, kedua korban pembunuhan dibawa ke RSUD Curup untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Pantauan di lapangan, saat dibawa ke RSUD Curup, kedua korban mengalami sejumlah luka di bagian kepala dan bagian tubuh lainnya. Melihat lukanya, diduga korban terkena pukulan benda tumpul dan benda tajam hingga nyawa kedua korban melayang.

Setelah diperiksa, oleh keluarga korban, keduanya dibawa ke rumah duka menggunakan dua unit kendaraan roda empat dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dilakukan prosesi pemakaman.

Sementara itu, tampak petugas dari Polres Rejang Lebong membawa sejumlah barang bukti berupa kasur lantai, pakaian dan beberapa barang lainnya yang dibungkus ke dalam plastik untuk dilakukan penyelidikan.

Menurut keterangan Dulhadi, salah satu keluarga korban mengaku, pagi itu, dirinya bersama anaknya hendak ke rumah korban. Saat sampai ke rumahnya, Zulhadi sempat aneh karena melihat pintu bagian depan masih tertutup sementara hari sudah mulai siang.

Lantaran tak biasa, dia pun memanggil-manggil korban, namun panggilan korban tak dijawab oleh korban. Penasaran, Zulhadi kemudian mengelilingi rumah dan melihat pintu roling sedikit terbuka.

“Memang roling terbuka sedikit dan pas saya buka tidak ada suara dan saya melihat korban berada di lantai dan diselimuti,” kata Zulhadi, Selasa (12/12).

Zulhadi menjelaskan, anehnya, saat dipanggil tak juga mengeluarkan balasan hingga akhirnya selimut dibuka dan melihat kondisi korban Zailani berlumuran darah.

Lantaran kaget, kemudian berteriak minta tolong dan kembali melihat korban lainnya Hajima juga berlumuran darah di ruang kamar.

“Saya langsung teriak minta tolong keluar sembari menitipkan anak saya yang saya bawa, sesudah itu warga ramai mendatangi rumah itu,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tidak mengetahui persis apakah kejadian tersebut merupakan perampokan atau lainnya.

“Saya tidak tahu perampokan atau bukan, sebab saya tidak berpikir barang yang hilang, saya fokus melihat kedua korban yang berlumuran darah,” tambahnya.(09)

Komentar

Rekomendasi Berita