oleh

Trafo Nyaris Hilang Diembat Maling

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Transformator (Trafo) atau alat penyalur tenaga listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) terpasang di tiang listrik, Kamis (16/8) nyaris hilang.

Diduga trafo yang berada di Desa Durian Remuk, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas (Mura) menjadi incaran kawanan pencuri.

Trafo itu letaknya tak jauh dari pemukiman warga. Jaraknya lebih kurang 300 meter dari Desa Durian Remuk.

Saksi mata Herman (35) warga setempat yang melintas saat hendak pulang ke rumah mengatakan tiba-tiba dirinya melihat tiga orang diduga akan mengambil trafo milik PLN tersebut.

Nah, saat kawanan pencuri itu sedang menjalankan aksi jahatnya, Herman langsung menghampirinya. Hingga para pencuri langsung kabur.

Kemudian, Herman langsung melakukan pengejaran tetapi tidak berhasil, karena para pencuri larinya lebih kencang. Untungnya trafo milik PLN masih dalam keadaan utuh hanya saja listrik di desa itu padam sementara.

Melihat kejadian itu, Herman memberitahu kepada warga sekitar agar melaporkan kejadian tersebut ke PLN Muara Beliti.

Manager PT PLN (Persero) WS2JB Area Lahat Rayon Muara Beliti, M Rizal Alfian dikonfirmasi, Sabtu (18/8) membenarkan trafo milik PLN kemarin nyaris diembat maling.

“Saya memang mendapatkan informasi saat Subuh, ketika bangun buka pesan WhatsApp (WA) ada laporan dari warga jika trafo nyaris diembat maling,” ucap Rizal, sapaannya.

Lebih lanjut, Rizal menuturkan akibat percobaan pencurian itu, otomatis pelanggan di Desa Durian Remuk terganggu. Tapi, lanjut dia, teknisi dari PLN Rayon Muara Beliti mendapatkan informasi itu, langsung melakukan perbaikan.

“Terganggu itu pasti, jika pemadaman listrik. Saat ini listrik di desa itu kembali normal,” ucap Rizal mengimbuhkan kejadian itu sudah dilaporkan ke Polisi, dan sekarang dalam proses penyelidikan.

Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek Muara Beliti, AKP Tri Sopa dikonfirmasi mengaku sudah mengetahuinya kejadian tersebut, dan melakukan penyelidikan.

Tri Sopa mengimbau warga bersama-sama mulai melaksanakan ronda Siskamling setiap malam, secara bergiliran.

“Pencurian itu terjadi karena adanya niat dan kesempatan,” pesannya.(04)

Rekomendasi Berita