oleh

Tottenham 3-2 Southampton: Kembalinya Dele Alli

LINGGAUPOS.CO.ID- Motivasi Tottenham Hotspurs menggantikan Mauricio Pochettino dengan Jose Mourinho sudah jelas. The Lilywhites-julukan Spurs- menginginkan pelatih yang bisa membawa banyak trofi bagi klub London. Kendati menjadi runner up Liga Champions musim lalu, tetap saja Pochettino dianggap gagal. Manajemen butuh yang lebih, yakni trofi telinga besar. Ya, sejak Piala UEFA 1984, klub London Utara itu baru memenangkan tiga trofi utama.

Peluang itu akhirnya bisa ditangkap oleh Mourinho di Piala FA. Seolah menjadi sinyal bahwa jika sukses memenangi trofi pertamanya untuk Spurs, jabatannya pun akan lebih lama. Konsistensi Mou meraih tren positif pun telah kembali. The Special One –julukan Mou– dengan skema 3-5-3 mengungguli strategi 4-4-2 milik Ralph Hasenhuttl dengan Southampton-nya. Di babak ke empat Piala FA, Son Heung Min dan kolega mengalahkan The Saint –sebutan Southampton– dengan skor tipis 3-2.

Bukan perkara sulit untuk lepas dari kokohnya benteng Southampton. Spurs baru saja unggul melalui gol bunuh diri bek tengah Spurs Jack Stephans ketika laga baru berjalan 12 menit. Shane Long sempat membalas pada menit ke-34. Gol itu lantas direspons Mou dengan memasukkan Delle Ali menggantikan Tanguy Ndombele pada menit ke-61 dan merubah skema menjadi 4-3-2-1.

Soton, yang sejatinya mendominasi (57 persen) makin memperlebar jarak setelah Danny Ings menceploskan golnya ke sudut kanan gawang Hugo Lloris di menit ke-72. Skema serangan Spurs makin intens dengan dimasukkannya Dele Alli. Ia menjadi penentu kemenangan Tottenham.

Hasilnya, Lucas Moura sukses menyeimbangkan keadaan enam menit kemudian setelah mendapat umpan matang dari Dele Alli. Gol itu lantas direspons dengan hadiah penalti oleh Son Heung Min di menit 78. Dele Ali menjadi arsitek gol pemain Korea Selatan tersebut. Setelah mengirim umpan silang ke arah pemain Korea itu berujung pada pelanggaran kiper Southampton, Angus Gunn.

Lengan Gunn yang terjulur terlalu jauh dan menjatuhkan Son di dalam kotak penalti. Momen itu merubah harapan Southampton setelah sukses menyelesaikan tendangan penalti tadi menjadi gol. Skor 3-2 bertahan sampai akhir.

Southampton memang mendominasi adalah tim yang lebih baik, daya dobrak dan peluang terlihat merepotkan lini belakang Spurs. Taktik Hasenhuttl berjalan dengan tepat dan membuat gerakan para pemainnya menjadi lebih kuat dan cepat.

Hal itu diakui Mourinho. Baginya anak asuhnya menghadapi Southampton yang bermain luar biasa dan dianggap menjadi tim yang lebih baik dalam laga ini. ”Sejak awal babak pertama, saya mengakui kami akan kalah melawan tim terbaik seperti Southampton. Beruntung, dalam sepakbola kami bisa memilih opsi mengganti dan mengubah permainan. Tim saya pantas untuk menang, tapi tim terbaik harus kalah,” ujar pelatih berpaspor Portugal kepada BBC.

Mou mengaku Dele Alli bisa bangkit dan memberi perbedaan dalam laga kemarin. Pasalnya, ia baru dilanda cedera saat menghadapi Manchester City pada pekan ke-25 Liga Primer Inggris 2019–2020, Minggu 2 Februari. Saat itu, gelandang asal Inggris tersebut cedera setelah mendapat tekel dari penyerang City Raheem Sterling.

“Dari segi kebugaran dan insensitas serangan kami kalah, mereka jauh lebih kuat. Beruntung, kami masih memiliki Dele yang mengubah permainan setelah kami mengubah formasi menggunakan empat pemain bertahan,” ujarnya.

Sementara bagi Ralph Hasenhuttl, taktik mereka yang kaku membuat konsistensi mulai goyah di 15 menit terakhir pertandingan. “Tidak cukup untuk mendominasi,” kata Ralph dilansir dari The Guardian. “Dalam 15 menit terakhir kami banyak memberi peluang. Kami tidak bertahan dengan baik. Saya tidak gembira. Ini bukan tentang menjadi tim yang lebih baik, ini tentang bagaimana menjadi tim yang menang,” tandasnya. Dengan hasil ini maka Spurs lolos ke putaran kelima Piala FA, menjumpai Norwich City, tim juruk kunci Premier League di babak kelima, Maret mendatang.(*)

Rekomendasi Berita