oleh

Total 15 Santri Ponpres Ar Risalah Positif Covid-19, Diisolasi di Rumah Sehat Milik Ponpes

LINGGAUPOS.CO.ID – Jumlah santri Pondok Pesantren (Ponpes) Ar Risalah Lubuklinggau yang positif Covid-19 sebanyak 15 orang. Sementara itu, jumlah yang diswab 72 orang, 22 orang negatif, dan sisanya 35 orang masih masih menunggu hasil uji lab di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Lubuklinggau, Hj Darlela dalam konferensi pers di Ponpes Ar Risalah, Senin (14/9/2020) menjelaskan, awalnya Selasa (8/9/2020) pihaknya bersama Puskesmas Citra Medika melakukan pemeriksaan kesehatan santri.

“Saya dan Kepala Puskesmas Citra Medika  mendapatkan tugas dari Kadinkes Lubuklinggau untuk mengecek kesehatan santri yang ada di Pondok Pesantren Ar-Risalah, berkaitan dengan pandemic,” ia menjelaskan.

Hari pertama kedatangan ini, mereka mengecek kesehatan anak-anak yang ada keluhan di klinik, kemudian dilakukan swab. Hasilnya diketahui ada satu yang positif, sehingga dilakukan tracking.

“Hari kedua, dilakukan swab 49 santri. Bahkan kini total sudah diswab 72 santri, yang keluar hasil hasil 37. Positif 15 santri, negatif 22,” ia menjelaskan.

Ditambahkannya, bahwa semua santri yang positif sudah ditempatkan di tempat isolasi yakni rumah sehat di dalam komplek ponpes.

“Insya Allah, pihak Ponpes sangat peduli dengan kondisi anak-anak. Mereka sudah diletakkan di rumah sehat, yang bisa menampung ratusan anak santri. Saya juga mengimbau, wali satri tidak usah cemas dan khawatir, ponpes akan menjamin jaga kesehatan, dan dipantau oleh puskesmas,” katanya.

Terpisah Kepala Puskesmas Citra Medika dr Dwi mengatakan, dengan kondisi ini menjelaskan santri di Ponpes tidak diperbolehkan pulang. Mereka lebih baik berada di Ponpes Ar Risalah yang sudah terisolasi.

“Kalau dipulangkan, sementara semua belum di swab. Ada kemungkinan jusru menularkan keluarganya yang di rumah,” ia menegaskan.

Pimpinan Ponpes Ar Risalah, Ustadz M Atiq Fahmi menjelaskan bahwa awalnya pihak ponpes mereka takut, namun setelah ada penjelasan dari Dinkes dan Puskesmas, mereka bisa melakukan langkah-langkah untuk penanganan.

“Yang positif diisolasi, kemudian yang bergejala sudah kami pisahkan. Kami ada gedung tersendiri, yakni gedung SD yang sekarang tidak digunakan karena sekolah daring. Mereka ditempatkan di sana, karena bangunannya letter U dan juga ada pagar,” ia mengatakan.(*)

Rekomendasi Berita