oleh

Toko Pakaian Sekolah Masih Sepi Pembeli

LINGGAU POS ONLINE, PASAR PERMIRI – Setelah hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriah, para orang tua mulai disibukkan untuk membeli peralatan sekolah, mulai dari pakaian sekolah, buku tas dan sebagainya. Berdasarkan pantauan Linggau Pos di sejumlah toko pakaian sekolah yang ada di Kota Lubuklinggau diantaranya Toko Mutiara Hikma di Jalan Sudirman, Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Selasa (19/6) belum terlihat lonjakan pembeli.

Anak owner Toko Mutiara Hikma, Dori mengatakan di tokonya menjual berbagai macam peralatan sekolah seperti baju, celana, tas, ikat pinggang, topi, alat-alat pramuka, buku, dan sepatu. Merut Dori harga barang yang dijual di tokonya terjangkau dan kualitas terjamin.

Pakaian dan celana sekolah yang dijual di Mutiara Hikma tempahan langsung jadi terdiri dari dua merek yaitu Mutiara dan Martin dengan harga dan kualitas yang berbeda. Harganya bervariasi seperti merek Mutiara 1 setel baju+celana SD Rp 130 ribu, SMP Rp 135 ribu, SMA Rp 160 ribu. Merek Martin 1 setel baju+celana untuk anak SD dari harga Rp 75 ribu-80 ribu, SMP dan SMA dari harga Rp 100 ribu-105 ribu.

“Baju dan celana merek Mutiara kami produksi sendiri yang penjahitnya berasal asli buatan Lubuklinggau dengan dasarnya tebal, awet dan tahan lama,” jelasnya.

Menurutnya saat ini penjualan pakai sekolah maupun peralatan sekolah lainnya masih sepi pembeli.

“Biasanya ramai pada saat dua minggu menjelang sekolah tahun ajaran baru,” tambahnya.

Dori mengaku, sejak owner Toko Mutiara Hikma H Sapril meninggal pada 2017 omzet penjualan menurun 70 %. Pada saat ayahnya masih ada, omzet bisa mencapai Rp 200 juta per hari, namun sekarang hanya Rp 30 juta per hari.

Toko Mutiara di Kota Lubuklinggau ada tiga saudara dari keluarga H Sapril yaitu Toko Mutiara sebelah SM Swalayan Kelurahan Dempo, Mutiara di sebelah toko Mahkota dan Mutiara depan Pasar Inpres. (AE03)

Rekomendasi Berita