oleh

Toilet Tidak Ada Persediaan Air

Penumpang Keluhkan Layanan Stasiun KAI Lubuklinggau

Layanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus mengalami kemajuan. Front line, layanan tiket, boarding, juga di dalam gerbong KA kini sudah lebih nyaman. Namun, di balik semua itu. Penumpang masih ada satu masalah yang membuat penumpang gusar.

Laporan Hendy Renaldy, Pasar Pemiri

PERTAMA, layanan keberangkatan KA Sindang Marga keberangkatan pada malam. Dari Stasiun Kota Lubuklinggau menuju Stasiun KA Kertapati.

“Keberangkatan KA Sindang Marga kan pukul 20.00 WIB. Saya dan anak-anak mau Salat  Isya dulu. Tapi ternyata nggak ada air di dalam kamar mandi. Juga di tempat wudhu. Padahal kan itu masih masuk kategori jam operasional. Jadi terpaksa kami wudhu di selang besar luar kamar mandi,” jelas Johan (56) seorang penumpang KAI, beberapa waktu lalu.

Ia berharap, layanan PT KAI yang sudah bagus jangan sampai tidak disempurnakan dengan ketersediaan air di saat jam-jam penting.

“Kalau di Palembang setahu saja ada itu. Subuh saja ada airnya. Meskipun bukan di kamar mandi. Tapi di tempat wudhu tersedia. Kalau bisa saran saya PT KAI buat juga tempat wudhu di luar kamar mandi. Agar kalaupun kamar mandi mau di kunci, penumpang tetap bisa mengambil air wudhu untuk salat,” jelas pensiunan bank  ini.

Keluhan juga disampaikan AZ.  Pengalaman yang dilakoninya, ketika pulang dari Stasiun Kertapati menuju Stasiun KA Lubuklinggau.

“Saat itu, saya ingin buang air besar di toilet stasiun, tapi ada petugas yang tidak mengizinkan. Lantaran persediaan air tidak ada di toilet,” jelas pria yang berusia 27 tahun itu.

Ia cukup menyayangkan hal tersebut. Dan berharap manajemen PT KAI bisa membenahi layanan ini.

Ketersediaan air itu penting. Menurutnya, selama operasional KAI masih berlangsung, ia berharap jangan sampai ada layanan vital yang tidak disediakan. Terutama toilet. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita