oleh

Tingkatkan Sinergisitas Dukung Program Pemberdayaan Alternatif

BNN Lakukan Pemetaan Kawasan Rawan Narkoba

BADAN Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau, adakan rapat kerja dalam rangka sinergisitas pemetaan kawasan rawan narkoba. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, Selasa-Rabu (27-28/3), di Ballroom Hotel Dafam, Kelurahan Lubuk Kupang Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.

Pada hari pertama, BNN menggandeng Kapolsek, Bhabinkamtibmas dan Babinsa di wilayah Kota Lubuklinggau. Dengan narasumber Kepala BNN Kota Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho dan Kompol Andi Kumara (yang sebelumnya, menjabat Wakapolres Lubuklinggau, red).

Berlanjut hari kedua, menggandeng Kepala OPD, Camat dan Lurah di lingkungan Pemkot Lubuklinggau. Dengan narasumber Kepala BNN Kota Lubuklinggau, AKBP Edy Nugraha dan Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Lubuklinggau, Yufan.

Kegiatan ini pun mengangkat tema ‘Dengan Pemetaan Kawasan Rawan Narkoba, Mari Kita Tingkatkan Sinergisitas untuk Mendukung Program Pemerdayaan Alternatif Dalam Upaya Peningkatan Program P4GN dan Lingkungan Bersih Bebas Narkoba’.

Kegiatan ini dilaksanakan, bertujuan untuk meningkatkan peran dan kemandirian masyarakat perkotaan, melalui pemberdayaan sistematis dan melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki visi sesuai pada daerah perkotaan. Dengan tujuan, kegiatan PA atau Coummunity Development merupakan proses interaktif untuk membangun dan memberdayakan masyarakat pada daerah rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Saat menyampaikan paparan, Kepala BNN Kota Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho menjelaskan, kalau latar belakang kegiatan ini, pertama program pemberdayaan masyarakat merupakan ujung tombak P4GN yang menyatukan dan menggerakkan peran serta seluruh masyarakat. Lalu masalah besar penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, menjamurnya kawasan rawan narkoba sebagai pangsa pasar. Dari kawasan ini ancaman bahaya narkoba ditebar ke lingkungan kerja, pendidikan dan masyarakat oleh sindikat narkoba.

“Pemberdayaan alternatif, salah satu upaya pencegahan terhadap mantan Narkoba penyalahgunaan Narkoba atau masyarakat yang rentan agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan Narkoba. Nanti upaya yang dilakukan, memberikan vokasional atau keterampilan skill sehingga penyalahgunaan Narkoba memiliki pekerjaan dan kesibukan,” jelasnya saat paparan.

Untuk kawasan rawan narkoba, wilayah yang diidentifikasi dari masyarakat dengan adanya budaya madat narkoba, pasar narkoba, bukti-bukti terjadi peredaran narkoba dari hasil operasi aparat penegak hukum. Dengan kriteria, pertama pengenalan, identitas, stigma, simbol. Kedua yang berhubungan dengan wilayah, lokasi, tempat, jalan dan gang terjadinya kerawanan.

Ketiga yang berulang-ulang terjadi dan dikenali masyarakat luas, baik dalam pergaulan, berita di media massa dan jajaran aparat berwajib. Serta ketiga, yang berhubungan langsung dengan kasus kejahatan Narkoba.

“Ada delapan indikator karakteristik pokok, yakni kasus kejahatan narkoba, angka kriminalitas atau aksi kekerasan, bandar pengedar narkoba, kegiatan produksi narkoba, angka pengguna narkoba, BB, entry dan kurir narkoba,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya menggandeng berbagai pihak seperti Kapolsek, Bhabinkamtibmas dan Babinsa di wilayah Kota Lubuklinggau. Serta Kepala OPD,seperti Kepala Disperindag, HM Hidayat Zaini, Kadisnaker, Purnomo, Kepala BPMPK, Heri Zulianta, Camat dan Lurah di lingkungan Pemkot Lubuklinggau.

Pada akhir paparan, dilaksanakan tanya jawab sekaligus mendegarkan saran dari berbagai pihak, mengenai pemetaan kawasan rawan narkoba, serta program PA. (13)

Rekomendasi Berita