oleh

Tingkatkan SDM Bidang Keprotokolan dan Kehumasan

Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Muratara Selenggarakan Diklat Formal

GUNA meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kehumasan, Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) selenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) formal Keprotokolan dan Kehumasan.

Diklat yang berlangsung 23-26 April 2018 Ballroom Hotel Dafam Lubuklinggau itu diikuti 50 orang. Acara ini dibuka Bupati Muratara diwakili Sekda Kabupaten Muratara, H Abdullah Maktjik.

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Muratara, Aan Andrian mengatakan, pelaksanaan Diklat ini sebagai upaya meningkatkan Human Resources atau SDM pegawai di lingkungan Pemkab Muratara khususnya Bidang Keprotokolan dan Kehumasan.

“Usia Kabupaten Muratara yang masih sangat muda, sehingga masih banyak ilmu pengetahuan khususnya di bidang keprotokolan dan kehumasan yang harus didapat. Nantinya para peserta Diklat akan menjadi pioner duta Humas dan Protokol di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing. Sehingga apabila ada kegiatan para peserta yang hadir ini akan menjadi penggerak, corong komunikasi dalam pelaksanaan berbagai kegiatan sehingga kegiatan berjalan dengan baik sesuai target yang diharapkan,” ungkap Aan Andrian.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Muratara, H Abdullah Maktjik pada saat membuka Diklat mengapresiasi dan berterima kasih atas terlaksananya Diklat ini.

“Kabupaten Muratara yang berdiri tahun 2013 lalu artinya masih berusia Balita (Bayi Lima Tahun, red) sehingga masih kekurangan dalam hal SDM. Oleh karena itu, Bupati Muratara berterima kasih atas inisiatif menyelenggarakan Diklat ini,” kata Abdullah Maktjik.

Menurutnya sebagai Human Being, manusia diberikan kelebihan dibandingkan makhluk lain, baik itu malaikat maupun jin/syaiton.

Untuk itulah, dalam menjadi manusia yang baik perlu dikelola empat hal yakni olah pikir dengan belajar mencari ilmu dan keterampilan sehingga memiliki kemampuan daya pikir yang mumpuni.

Kedua, olah hati sebagai sentral pengelola manusia di mana baik buruknya manusia tergantung baik buruknya hati.

Ketiga olah rasa dengan menerapkan prinsip-prinsip tuhan, kebaikan, santun, ramah dan keempat olahraga. Apabila jiwa sehat tapi raga sakit maka akan berdampak pada kinerja yang buruk. Sehingga tubuh harus sehat dengan berolahraga.

Narasumber yang membagi ilmunya dalam kegiatan tersebut, diantaranya Widya Iswara Kementerian Setneg, Sandra Erawanto. S. Stp., M. Pub. Pol. Ahmad taufik S. Sos. M. Si dan dari Widyaidwara Ahli Madya BP2SDM Prov Sumsel, Mery Fanada,S.Pd,SKM,M.Kes .(12)

Rekomendasi Berita