oleh

Tingkatkan Partisipasi Pemilih

KPU Lubuklinggau Sosialisasi di Lokalisasi

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kota Lubuklinggau terus melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih, kalau kemarin mereka sosialisasi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lubuklinggau.

Selasa (10/4), KPU Kota Lubuklinggau kembali melakukan sosialisasi di RT 7 Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, atau yang akrab disebut dengan lokalisasi patok besi.

Sosialisasi ini dipimpin langsung Divisi SDM dan Parmas KPU Kota Lubuklinggau Deby Arianto, bersama Divisi Teknis KPU Kota Lubuklinggau Gatot Widjianto, diikuti Kasubahg Hukum KPU Kota Lubuklinggau Misran Ayudi dan Kasubag Program dan data KPU Kota Lubuklinggau Martin, serta hampir seluruh staf dan sekretariat KPU Kota Lubuklinggau, mulai dari Nick Sasmita, Fran hingga personel Sat Pol PP. Selain itu, turut juga hadir Lurah Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Garjito dan Ketua RT 7 Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Frans Sembiring.

Bahkan, di sini langsung dilakukan simulasi tata cara pencoblosan yang baik dan benar, di pandu oleh Nick Sasmita yang sangat berpengalaman dibidang tersebut.

Dalam sambutannya, Deby Arianto mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk menggunakan hak pilihnya pada 27 Juni mendatang. Sebab, itu merupakan hak yang sudah diberikan negara.

Menurut Deby, hak memilih tersebut diberikan oleh negara kepada masyarakat yang sudah berumur di atas 17 tahun, sudah menikah dan memiliki KTP dan KK. Jadi, kalau ada yang belum memiliki KTP dan KK, hendaknya segera mengurus itu ke Disdukcapil atau melakukan perekaman, karena syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk mendapatkan hak pilih, memiliki KTP dan KK.

“Kalau belum punya KTP dan KK, hendaknya segera melakukan perekaman,” imbau Deby.

Setelah semua itu terpenuhi, lanjut Deby masyarakat harus menggunakan hak pilihnya pada 27 Juni mendatang, sesuai hati nurani. Bukan karena ada sesuatu hal, atau bujuk rayu dari pihak-pihak tertentu yang mencoba untuk menciderai pesta demokrasi. (01)

Rekomendasi Berita