oleh

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Sasar Pemilih Pemula

“Kita berharap partisipasi meningkat minimal menjadi 80 persen, kalau bisa lebih dari itu,”kata ketua KPU Kota Lubuklinggau, Efriadi Suhendri.

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Lubuklinggau berupaya terus meningkatkan partisipasi pemilih warga Kota Lubuklinggau untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 mendatang.

Pilkada yang digelar 27 Juni 2018 mendatang akan menghelat Pemilihan Gubernur dan Walikota Lubuklinggau untuk warga Lubuklinggau.

Ketua KPU Kota Lubuklinggau, Efriadi Suhendri mengatakan dalam meningkatkan partisipasi pemilih pihaknya memaksimalkan sosialisasi, dengan mendorong pemilih pemula untuk menggunakan hak suara mereka.

Oleh karena itu, KPU akan melakukan sosialisasi kepada seluruh Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA/Sederajat dan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang ada di wilayah Kota Lubuklinggau, di Hotel SMart, Kamis (6/12). Dengan harapan mereka yang telah memiliki e-KTP atau berumur 17 tahun ke atas bisa menggunakan hak pilih.

Partisipasi pemilih di Kota Lubuklinggau memang masih tergolong rendah, berdasarkan data pemilihan presiden terakhir, yakni 2014 angka partisipasi pemilih di kisaran 75 persen. Sedangkan target KPU Lubuklinggau untuk Pilkada serentak di 2018 mendatang, partisipasi tersebut dapat meningkat, sampai pada angka 80 %.

Untuk mencapai target yang sudah dicanangkan itu, mau tidak mau KPU Kota Lubuklinggau harus bekerja keras untuk mencapai angka partisipasi pemilih mencapai 80 % dan memanfaatkan potensi pemilih pemula.

“Kita berharap partisipasi meningkat minimal menjadi 80 %, kalau bisa lebih dari itu,” katanya, Rabu (6/12).

Selain itu, dilanjutkan Eef, pihaknya juga akan memerintahkan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), untuk mendata sebaik mungkin, menghapus masyarakat yang sudah pindah hingga meninggal dunia.

“Ini sangat penting dilakukan, sebab dapat membuat angka partisipasi pemilih berkurang, sebab masyarakat yang sudah pindah dan meninggal dunia tidak mungkin lagi menggunakan hak pilihnya,” jelas Eef.

Selain itu, masih dikatakan Eef, KPU Kota Lubuklinggau juga meminta agar masyarakat pro aktif dalam menanggapi Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang akan ditetapkan KPU Kota Lubuklinggau. Misalnya, kalau ada masyarakat yang belum terdata, harus melapor ke petugas penyelenggara Pemilu, baik itu Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hingga KPU.

“Masyarakat harus aktif, mulai dari yang tidak masuk dalam DPS, hingga yang sudah pindah atau meninggal dunia,” ungkapnya. (11)

Komentar

Rekomendasi Berita