oleh

Tingkatkan Partisipasi Pemilih KPU Andalkan Relawan Demokrasi

LUBUKLINGGAU – KPU Kota Lubuklinggau melantik 55 orang Relawan Demokrasi. Puluhan Relawan Demokrasi yang sudah dibagi dalam 11 basis bertugas untuk menyosialisasikan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Adapun 11 basis Relawan Demokrasi, yakni Basis Keluarga, Basis Pemilih Pemula, Basis Pemilih Pemuda. Lalu, Basis Pemilih Perempuan, Basis Pemilih Disabilitas. Kemudian, Basis Pemilih Berkebutuhan Khusus, Basis Pemilih Marginal, Basis Pemilih Komunitas, Basis Pemilih Keagamaan, Basis Pemilih Warga Internet (Netizen) dan Basis Relasi.

Ketua KPU Kota Lubuklinggau, Topandri mengatakan tugas dari Relawan Demokrasi memberikan informasi kepada masyarakat tentang tata cara pencoblosan, waktu pencoblosan, serta mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019.

Tugas dari Relawan Demokrasi sangat penting, karena secara nasional ditargetkan partisipasi pemilih di Pemilu 2019 mencapai 77,5 persen. Tapi, partisipasi pemilih di Kota Lubuklinggau, KPU menargetkan mencapai 80 persen.

“Relawan Demokrasi ini ujung tombaknya, selain pengiringan Caleg terhadap basis-basisnya ke TPS,” kata Topandri, usai dilakukannya proses pelantikan 55 orang Relawan Demokrasi, Kamis (31/1).

Menurut Topan, 11 basis Relawan Demokrasi yang sudah terbentu, bertugas mengajak basisnya masing-masing untuk memilih. Seperti, basis Disabilitas berkewajiban mengajak basisnya untuk menggunakan hak pilih, walaupun ada kekurangan tapi mereka tetap punya hak pilih, dan hak pilih mereka sama dengan yang lainnya.

“Kita sarankan mereka menggunakan hak pilih sesuai hati nurani mereka,” jelasnya.

Kemudian Basis Netizen, akan mengajak masyarakat memilih lewat media sosial, dengan cara memposting mengenai pentingnya memilih. Bahwa memilih itu menentukan masa depan Kota Lubuklinggau, masa depan Provinsi dan masa depan bangsa ini, karena akan memilih secara serentak DPD, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kota Lubuklinggau.

Tapi, dalam melaksanakan tugasnya sebagai perpanjangan tangan dari KPU, Relawan Demokrasi tidak boleh mendukung salah satu peserta pemilu, kalau itu sampai terjadi KPU akan menganti yang bersangkutan.

“Sebenarnya mereka (Relawan Demokrasi, red) boleh untuk menyosialisasikan peserta pemilu. Namun, harus seluruhnya tidak boleh hanya satu peserta pemilu saja,”tegasnya. (aku)

Rekomendasi Berita