oleh

Tingkatkan Partisipasi Pemilih

KPU Lubuklinggau Sosialisasi di Pasar Inpres

TIM KPU Kota Lubuklinggau, kembali melakukan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada serentak 2018. Mereka mendatangi Pasar Inpres, yang berada Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, pada Sabtu (19/5) sekira pukul 10.30 WIB.

Agar sosialisasi berjalan maksimal, maka tim dibagi dalam empat kelompok, tim pertama di komandoi Komisioner Divisi Hukum KPU Kota Lubuklinggau, Lukman Hakim dan Kasubag Hukum KPU, Misran Ayudi. Tim kedua dipimpin oleh Komisioner Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Deby Arianto. Kemudian tim ketiga dipimpin oleh komisioner Divisi Program dan Data KPU Kota Lubuklinggau, Efrizal didampingi Kasubag Program dan Data KPU, Martin. Selanjutnya tim ke empat, di pimpin Kasubag Teknis KPU Kota Lubuklinggau, Hironimus Embil Mbeko.

Dalam melakukan sosialisasi, masing-masing tim sudah membawa brosur sosialisasi terdiri dari stiker yang memuat waktu pelaksanaan Pilkada, selanjutnya imbauan dari para Komisioner KPU Kota Lubuklinggau untuk menggunakan hak pilih pada 27 Juni 2018.

Kemudian, brosur yang memuat foto dari masing-masing pasangan calon peserta Pilkada berikut dengan nomor urut, yakni H Toyeb Rakembang-Sofian dengan nomor urut 1. H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar nomor urut 2, H Rustam Effendi-Riezky Aprilia dengan nomor urut 3. Bahkan, ada juga brosur yang menjelaskan tata cara menggunakan mencoblos yang benar.

Brosur sosialisasi itu dibagikan kepada para pedagang, sopir angkot berikut dengan penumpangnya. Terlihat, sasaran sosialisasi sangat antusias dalam menyambut sosialisasi yang sudah dilakukan KPU Kota Lubuklinggau, karena belum genap dua jam alat sosialisasi habis.

Komisioner Divisi SDM dan Parmas KPU Kota Lubuklinggau, Deby Arianto menjelaskan sosialisasi yang sudah dilakukan ini merupakan rangkaian dari sosialisasi yang sudah dilakukan dalam dua bulan terakhir.

Menurut Deby Arianto, sosialisasi yang dilakukan KPU sama dengan kampanye yang dilakukan pasangan calon. Bedanya KPU mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih, tidak mengarah ke salah satu pasangan calon. Sementara tujuan pasangan calon melakukan kampanye, mengajak masyarakat untuk memilih dirinya, namun tujuan keduanya sama yakni meningkatkan partisipasi pemilih. (01)

Rekomendasi Berita