oleh

Tingkatkan Layanan PDAM Butuh Anggaran Rp 95 Miliar

-Lubuklinggau-566 dibaca

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe terus memberikan pemahaman kepada masyarakat yang saat ini mengeluhkan pelayanan PDAM. Beberapa penyebab dijelaskannya kepada masyarakat terutama pelanggan PDAM, baik secara langsung, maupun melalui media sosial dan sambutan saat menghadirkan suatu acara.

Nanan sapaan akrab suami Hj Yetti Oktarina Prana ini berharap, masyarakat paham dan tahu kondisi yang sebenarnya, yang menyebabkan pelayanan PDAM saat ini belum maksimal. Selain itu, ia juga meyakinkan kepada masyarakat kalau pemerintah terus berupaya agar pelayanan PDAM bisa terus ditingkatkan dan beroperasi lebih maksimal.

Seperti saat sepulang dari menghadiri hajatan, Nanan menyaksikan adanya kebocoran pipa PDAM akibat dari proyek penggantian tiang listrik. Ia langsung turun dan melihat pipa tersebut, dan menegur pihak pekerja.

Ia bersama pak Hadi Purwanto langsung mengecek dan memberikan teguran kepada salah satu pekerja, dan meminta mereka untuk menyampaikan kepada pimpinannya untuk bekerja lebih hati-hati, dan memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam mengerjakan proyek.

“Hal ini salah satu penyebab lambannya dan kurangnya suplai air kepada pelanggan. Belum lagi maraknya pencurian Air oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan cara menjebol pipa PDAM. Sekali lagi saya menghimbau kepada masyarakat, untuk lebih meningkatkan rasa kepedulian kita,” ungkap Nanan.

Melalui media sosialnya, ia juga menjelaskan tentang PDAM Tirta Bukit Sulap. Dijelaskannya, bahwa PDAM TBS sekarang untuk mendistribusikan air ke kurang lebih 14.935 pelanggan, hanya mengandalkan Intake Induk dan Reservoir (penampungan air) yang ada di Kelurahan Kayu Ara, dengan satu mesin pompa, yang sumber airnya diambil dari mata Air Apur dan Kesie.

Kurang rasional apabila untuk menyuplai ke seluruh pelanggan se-Kota Lubuklinggau, hanya mengandalkan satu mesin pompa sehingga ia menginstruksikan ke PDAM TBS untuk menambah satu mesin pompa lagi.

“Permasalahannya sekarang adalah, jalur pipanisasi suplai air dari mata Air Apur dan Kesie banyak yang bocor dan berbelok belok, sehingga air yang masuk ke Reservoir induk mengalami penurunan. Banyaknya dataran tinggi di tempat pelanggan sehingga air yang disemprotkan dari Intake Induk mengalami kesulitan karena Intake Induk merupakan dataran rendah PDAM TBS Cuma punya 1 mesin pompa yang berfungsi untuk menyedot sekaligus mendorong air dari Reservoir ke pelanggan,” jelasnya.

Belum lagi, kondisi pipa yang karat dan bocor karena berumur puluhan tahun sehingga harus direvitalisasi pipanisasi. Mesin pompa sangat bergantung kepada PLN, apabila mati lampu maka mesin pompa juga akan mati sehingga harus mengandalkan mesin genset yang telah uzur dan perlu direvitalisasi.

Dibutuhkan setidaknya Rp 95 miliar agar PDAM TBS bisa sehat. Pemerintah sudah berupaya membangun Intake baru yaitu intake di Jukung dan Intake Batu Urip, yang sudah selesai pengerjaannya tapi belum bisa difungsikan karena menunggu proses pembangunan Mekanikal Elektrik selesai.

Pemkot Lubuklinggau akan membantu PDAM TBS Rp 30 miliar, secara bertahap tahun 2018 dan 2019, yang tahun ini bisa direalisasikan Rp 4.7 miliar, untuk membantu pembenahan suplai PDAM ke pelanggan, pipanisasi, sarana prasarana induk, genset dan mesin pompa.

“Kami senantiasa mengingatkan PDAM TBS agar cepat tanggap terhadap keluhan masyarakat, buka on call telepon pelanggan dan harus cepat langsung ditindaklanjuti. Karena PDAM TBS ini sakit sudah lama sekali jauh sebelum kami mengemban amanah, sebagai walikota dan sudah menjadi kewajiban kami untuk membenahinya,” tulisnya. (09)

 

Komentar

Rekomendasi Berita