oleh

Tindak Tegas Distributor Nakal,  Tim Satgas Pangan Cek Pasar

“…Jika ada kenaikan yang melonjak segera laporkan ke pimpinan, sehingga kita bisa OP. Jangan sampai ada kelangkaan atau harga tinggi saat natal dan tahun baru, yang dipermainkan para distributor…”

* Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono

LINGGAU POS ONLINE- Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Lubuklinggau lakukan pengecekan harga dan stok barang di Pasar Instruksi Presiden (Inpres), Kamis (19/12). Tujuannya, agar tidak ada harga pangan yang naik secara signifikan serta stok yang dipermainkan pihak distributor jelang Natal dan Tahun Baru.

Pengecekan harga dilakukan oleh Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Surya Darma, Kasat Pol PP Walyusman, pihak TNI dan Bulog.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono menegaskan pengecekan pasar kali ini pertama untuk mengecek apakah stok cukup jelang Natal dan Tahun Baru, dan kedua apakah ada lonjakan harga. Dari hasil pengecekan, tidak ada harga yang mengalami kenaikan yang signifikan dan stok barang masih relatif cukup dari keterangan pedagang.

Diketahui sejumlah kebutuhan pokok naik tetapi tidak signifikan seperti ayam potong semula Rp 28 ribu naik menjadi Rp 32 ribu, telur semula Rp 40 ribu naik menjadi Rp 45 ribu per karpet dan bawang merah yang semula Rp 30 perkilogram naik menjadi Rp 35 ribu. Diakuinya ada satu bahan pokok yang mengalami kenaikan cukup signifikan yakni harga telur. Harganya saat ini bervariasi mulai dari Rp 43-45 ribu. Kenaikan tersebut masih bisa ditoleransi.

“Namun saya sampaikan ke pihak Disdagrin dan Reskrim Polres Lubuklinggau yang masuk dalam Satgas Pangan jika ada kenaikan yang melonjak segera laporkan ke pimpinan, sehingga kita bisa lakukan Operasi Pasar (OP) atau pengecekan kembali. Jangan sampai ada kelangkaan atau harga tinggi saat natal dan tahun baru, yang dipermainkan para distributor-distributor,” ungkap Dwi.

Jika ditemukan distributor nakal ditegaskan Dwi, pihaknya akan tindak tegas melalui proses hukum.

“Jika distributor sengaja stok barang untuk menjaga jangan sampai kekurangan stok, dengan harga yang stabil kita toleransi. Tetapi jika menyetok untuk mempermainkan harga ini yang akan kita tindak lanjuti dan kita proses hukum,” tegas Dwi.

Laporan Riena Fitriani Maris

Rekomendasi Berita