oleh

Timah Panas Lumpuhkan Tersangka Curanmor

LUBUKLINGGAU – Timah panas bersarang di kaki sebelah kanan Riko Rikardo (22) warga Blok A Desa Kelumpang Jaya Kecamatan Nibung Musi Rawas Utara (Muratara).

Ia ditembak karena hendak kabur saat ditangkap petugas Polsek Nibung, Selasa (8/1).

Tersangka merupakan buronan polisi atas tindak pidana pencurian (Curat) satu unit sepeda motor Honda Revo warna putih milik Bahrudin (32) seorang ustad di Pesantren Al Fattah, Blok D Desa Srijaya Makmur Kecamatan Nibung, Selasa (25/12/2018).

Yang sebelumnya petugas, dalam kasus ini berhasil menangkap tersangka Muhammad Teguh.

Kapolres Musi Rawas (Mura), AKBP Suhendro melalui Kapolsek Nibung, Iptu Denhar mengatakan Selasa (8/1) sekitar pukul 16.00 WIB, pihaknya mendapatkan informasi bahwa tersangka sedang menunggu durian di kebun milik neneknya di Kelurahan Karya Makmur Kecamatan Nibung. Berdasarkan informasi tersebut, petugas bergegas menuju lokasi dan langsung melakukan penangkapan.

Dari keterangan tersangka mengakui bahwa ia telah melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor (Curanmor) sebanyak lima kali di wilayah Kecamatan Nibung dengan orang yang berbeda-beda.

Selanjutnya, tersangka dibawa untuk melakukan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) dari lima kejadian tersebut guna mencari pelaku lain yakni, Feri, Andi dan Alam.

“Namun tersangka malah berusaha melawan petugas dan hendak melarikan diri, namun berhasil dikejar dan dilumpuhkan dengan memberikan tembakan tegas dan terukur di kaki sebelah kanan. Selanjutnya tersangka dibawa ke Puskesmas guna melakukan perawatan,” kata Denhar.

Sementara kronologis kasus curanmor terhadap korban Bahrudin, Selasa (25/12/2018) sekitar pukul 19.30 WIB, saat korban sedang Salat Isya berjamaah bersama santri di asrama Pesantren Al Fattah di Desa Srijaya Makmur.

Pada rakaat terakhir salatnya, tiba-tiba ada santri yang menghampiri korban untuk memberitahukan kalau sepeda motor Honda Revo warna putih milik korban dicuri orang. Seketika itu juga korban langsung menghentikan salatnya. Selanjutnya korban bersama santrinya langsung mengejar pelaku.

Ketika dikejar sepeda motor curian yang dibawa pelaku sebelumnya yakni Muhammad Teguh masuk ke dalam siring hingga keduanya terjatuh. Karena dikejar akhirnya kedua meninggalkan sepeda motor curian tersebut dan langsung melarikan diri ke dalam hutan.

Sekitar pukul 19.45 WIB, petugas mendapatkan laporan dari Kepada Desa Srijaya Makmur untuk memberitahukan adanya pencurian sepeda motor. Mendapatkan informasi tersebut, Kapolsek bersama empat orang anggota langsung mendatangi tempat kejadian.

Saat tiba, sepeda motor Honda Supra diduga milik Muhammad Teguh sudah dibakar massa. Selanjutnya Petugas dibantu oleh masyarakat melakukan penyisiran di dalam hutan karena diduga pelaku masih bersembunyi di dalam hutan. Alhasil petugas menemukan salah satu tersangka yakni Muhammad Teguh sedang bersembunyi.

Setelah di lakukan interogasi, tersangka mengakui melakukan pencurian sepeda motor tersebut bersama temannya yakni Riko (tersangka, red).(awj)

Rekomendasi Berita