oleh

Tim Pemprov Sumsel Segera Kroscek Lapangan

Pasca Pemasangan Patok Perbatasan Muba-Muratara

Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengimbau kepada kepala seluruh daerah untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di daerah masing-masing. khususnya wilayah perbatasan.

Laporan Aspin Dodi, Muratara

PASCA pemasangan patok pilar perbatasan antara Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) oleh Pemkab Muratara dalam hal ini dilakukan oleh Bagian Tata Pemerintahan (Tapem).

“Mengingat tahun ini akan mengadakan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel. Polda Sumsel mengimbau kepada seluruh kepala daerah, untuk menjaga stabilitas keamanan daerah khususnya wilayah di wilayah perbatasan,” kata Kabag Tapem Setda Kabupaten Musratara, Firdaus Haris, Jumat (12/1).

Untuk itulah, Polda mengadakan rapat koordinasi lintas sektoral terkait tumpang tindak perbatasan jangan sampai terjadi konflik dengan mengundang Bupati Muratara dan Bupati Muba.

Sebagaimana sebelumnya sudah dilakukan pemasangan patok pilar perbatasan Kabupaten Muba dengan Kabupaten Muratara. Sehingga ditakutkan terjadi konflik antara masyarakat di wilayah tersebut. Lantaran adanya protes H Halim atau PT Sentosa Bahagia Bersama (SBB) dengan alasan tidak ada pemberitahuan.

Tapi sudah selesai, antara kedua kabupaten tidak ada permasalahan. Karena pemasangan patok sebanyak 15 titik antara Kabupaten Muratara dengan Kabupaten Muba tepatnya di Kecamatan Rawas Ilir dan Batang Hari Leko dengan Sangah Desa sesuai dengan aturan dan jawaban ke Pemerintah Provinsi Sumsel. 26 Maret 2017 lalu dan surat pemberitahuan pemasangan yang ditembuskan kepada Pemkab Muba, November 2017 dan Tim T4D.

“Pemasangan patok tersebut sudah sesuai dengan Permendagri No 76 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Permendagri No. 50 Tahun 2014 tentang Batas Daerah Kabupaten Muba dengan Kabupaten Muratara dan surat jawaban Pemprov Sumsel pada 21 April 2017 lalu,” bebernya.

Selanjutnya dalam Januari 2018 ini direncanakan tim tapal batas Pemprov Sumsel akan turun meninjau patok tersebut. Setelah itu akan memanggil perusahaan yang masuk izin.

“Diperkirakan, Januari 2018 inilah tim Pemprov Sumsel akan turun mengecek patok pilar tersebut, setelah itu kita akan panggil seluruh perusahaan yang masuk dalam wilayah kita,” imbuhnya.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita